Ahad 08 Nov 2026 07:59 WIB

Menhaj Imbau Jamaah Umrah Santun dan Bijak di Tanah Suci

PPIU agar tidak hanya berfokus pada keberangkatan jamaah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Kabah (ilustrasi)
Foto: RepublikaTV/Sadly Rachman
Kabah (ilustrasi)

JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk mengedepankan sikap santun dan bijaksana selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Jamaah diharapkan mampu menghormati perbedaan budaya dan tata cara beribadah yang dijumpai selama berada di Arab Saudi.

Imbauan tersebut disampaikan Gus Irfan saat menyapa jamaah umrah Indonesia di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (6/11/2026). Saat itu, Gus Irfan tengah melakukan kunjungannya kerja ke Arab Saudi. 

Baca Juga

Kedatangan Gus Irfan bersama sejumlah pejabat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI disambut hangat para jamaah yang sedang menunggu jadwal keberangkatan. Ia pun menyempatkan diri menyalami dan menyapa mereka secara langsung.

"Bapak ibu jamaah umrah mohon untuk tetap mengedepankan perilaku bijak dalam menghadapi tempat yang berbeda dan suasana yang berbeda pula, baik budaya maupun cara beribadah yang dilakukan oleh jamaah lain dari seluruh dunia," ujar Gus Irfan dalam siaran persnya, Ahad (8/11/2026).

Dia juga mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kelancaran selama menjalankan ibadah umrah, memperoleh predikat mabrur dan mabrurah, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Gus Irfan berharap, ibadah umrah tidak sekadar menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan jamaah setelah kembali ke Tanah Air. Menurut dia, predikat umrah mabrur dan mabrurah semestinya tercermin melalui perilaku yang semakin bermanfaat bagi masyarakat dan keluarga.

"Keteladanan bapak ibu jamaah umrah sebagai pahlawan keluarga untuk menata generasi yang akan mewarisi kepemimpinan bangsa. Bapak ibu juga berumrah di bulan November, bulan Hari Pahlawan," ucap Gus Irfan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga melakukan pengecekan dan monitoring terhadap layanan di Terminal 2F yang telah ditetapkan sebagai Terminal Khusus Haji dan Umrah sejak 1 Juli 2026. Terminal ini diperuntukkan bagi jamaah haji dan umrah yang berangkat maupun kembali melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Dia meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro perjalanan umrah untuk mengoptimalkan berbagai fasilitas yang tersedia di terminal tersebut. Fasilitas itu meliputi pusat pemeriksaan dokumen dan migrasi, layanan bagasi, hingga pos pengawasan.

Keberadaan terminal khusus tersebut diharapkan dapat membuat pelayanan administrasi keberangkatan dan kepulangan jamaah lebih tertib sekaligus meningkatkan kenyamanan selama proses perjalanan.

Selain itu, Gus Irfan mengingatkan PPIU agar tidak hanya berfokus pada keberangkatan jamaah, tetapi juga memastikan perlindungan dan pembinaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Pastikan tiket keberangkatan dan kepulangan, akomodasi terkonfirmasi, konsumsi terkelola, dan terutama kegiatan syariah atau fikih umrahnya dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan syariah," katanya.

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi