
Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Saat pelaksanaan puncak haji, jamaah diminta menjaga kesehatan dan kenyamanan. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta jamaah haji membawa perlengkapan pribadi.
Pernyataan disampaikan Dahnil saat mengunjungi Sektor 6 Makkah di Wehdah Alkhair Hotel pada Jumat (22/5/2026) malam. Menurutnya, ada beberapa barang penting yang mesti dibawa setiap jamaah.
"Pertama tentu obat-obatan penting. Jamaah dengan obat-obatan pribadi harus dibawa," kata dia seusai menyampaikan arahan kepada jamaah.
Jamaah di hotel tersebut sebagian besar berasal dari Sumatera Utara. Ia juga menyarankan jamaah membawa makanan ringan untuk mengganjal perut agar tidak terlalu lapar selama mobilitas tinggi pada rangkaian puncak haji.
Namun ia mengingatkan agar jamaah memilih makanan yang tidak merepotkan.
"Kemudian kalau punya makanan-makanan supaya ganjal-ganjal perut, supaya nggak lapar sekali, maka bisa dibawa. Tapi jangan kemudian yang merepotkan karena mereka mobilitasnya akan tinggi," ujarnya.
Meski demikian, Wamenhaj menegaskan Kementerian Haji dan Umrah akan berupaya menyediakan makanan secukupnya di lokasi-lokasi penting seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Menyinggung kondisi cuaca yang terik, ia mengingatkan jamaah membawa perlindungan pribadi seperti payung, sunblock, dan alas kaki yang nyaman.
"Penggunaan payung, dan alat pelindung diri. Jangan lupa bawa payung, kemudian sunblock. Lalu sandal yang digunakan supaya kemudian bisa berjalan kaki dengan nyaman," kata dia.
Tak kalah penting, jemaah bisa membawa kaca mata hitam, masker, topi, serta satu kain ihram ganti, dan pakaian yang nanti buat ganti setelah boleh dikenakan.




