REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG BARAT — Risman Mulyana (23 tahun), santri asal Kampung Sukamaju, RT 02/01, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mengukir prestasi di kancah internasional. Ia tampil di pentas International Conference Santri Mendunia (ICSM).
Menjadi salah satu santri delegasi dari Indonesia dalam event internasional yang berlangsung pada 6-12 Mei 2026 di Malaysia, Singapura, dan Thailand, Risman mempresentasikan gagasan tentang mengoptimalkan sistem pendidikan berasrama (boarding system) agar mampu mencetak generasi muda yang berdaya saing global namun tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.
"Sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari International Conference Santri Mendunia ini. Pengalaman belajar langsung tentang budaya, tata kota, pendidikan di Malaysia, Singapura, dan Thailand memberikan banyak pelajaran," kata Risman saat dihubungi, Jumat (22/5/2026).
Perjalanan santri menuju kancah dunia itu dimulai dengan ketertarikan usai mendengar cerita temannya yang sebelumnya mengikuti event serupa. Pria yang kini terdaftar sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Bandung itu memulainya dengan seleksi akhir tahun 2025.
Setelah malalui tiga tahapan seleksi, Risman akhirnya lolos menjadi delegasi dari Indonesia untuk ICSM Batch 5 yang mengusung tema 'Mentransformasi Pendidikan Global Melalui Nilai-Nilai Sistem Asrama Pesantren'. Selama sepekan, ia bersama para santri terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti serangkaian agenda akademik dan kultural yang intensif.