Rabu 29 Apr 2026 14:39 WIB

Tips Meringankan Derita Musibah Menurut Ulama Tasawuf

Kunci untuk meringankan beban musibah adalah dengan mengenal Sang Penguji.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kondisi rumah warga di Sibolga, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan akibat musibah banjir bandang.
Foto: Habitat for Hummanity.
Kondisi rumah warga di Sibolga, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan akibat musibah banjir bandang.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepedihan saat tertimpa musibah sering kali bersumber dari ketidakmampuan manusia dalam melihat hikmah di balik ujian tersebut. Ulama besar tasawuf, Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan bahwa kunci untuk meringankan beban musibah adalah dengan mengenal Sang Penguji, yakni Allah SWT, yang tidak pernah menetapkan sesuatu kecuali untuk kebaikan dan kemuliaan hamba-Nya yang bersabar.

"Agar kamu bisa meringankan derita musibah yang sedang menimpa maka hendaklah kamu mengetahui bahwa Allah SWT adalah Dzat yang menguji kamu. Dzat yang mengarahkan kamu menghadapi berbagai takdir adalah Dzat yang membiasakan kamu untuk selalu mengambil pilihan yang terbaik." (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, kitab Al-Hikam)

Baca Juga

Jika kamu sering tertimpa musibah atau sedang menghadapi bencana, maka ada satu resep yang bisa kamu manfaatkan untuk meringankan kepedihan yang kamu rasakan. Yaitu mengetahui bahwa Allah SWT yang telah menguji kamu.

Dia adalah Tuhan Yang Maha Bijaksana, setiap ketetapan Allah SWT pasti mengandung hikmah dan maslahat bagi para hamba-Nya. Tidak ada satu pun ketetapan-Nya yang bertujuan menyiksa dan merugikan hamba-hamba-Nya.

Sebagai hamba, hak kamu hanyalah menerima ketentuan Sang Penguasa. Yakinlah bahwa semua yang ditakdirkan Allah adalah kebaikan. Sebenarnya, itulah yang membedakan antara seseorang yang menghambakan dirinya kepada Dzat Yang Maha Kuasa dengan seseorang yang menghambakan dirinya kepada makhluk yang maha lemah.

Manusia jenis yang pertama selalu berbuat untuk kebaikan sebagai hamba-Nya. Sedangkan manusia yang kedua bertindak berdasarkan hawa nafsu belaka, sehingga tidak ada hikmah di balik tindakannya.

Ketahuilah bahwa Dzat yang menetapkan kamu untuk menghadapi berbagai ketentuan-Nya adalah Dzat yang menuntunmu untuk selalu mengambil pilihan yang terbaik.

Bukankah Allah SWT sudah mengajarkan kamu untuk menghadapi segala keburukan dengan kesabaran. Yah, bersabarlah maka kamu akan mendapatkan keuntungan dan balasan yang lebih baik. Siapa tahu, di balik musibah itu, ada nikmat yang tidak terkira banyaknya dan tidak terbayangkan indahnya. Demikian dijelaskan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam yang diterjemahkan Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement