Senin 20 Apr 2026 08:10 WIB

Mau Memurtadkan Teman, Remaja AS Ini Justru Temukan Islam

Pengetahuan tentang Islam awalnya sangat terbatas.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Cahaya hidayah  (ilustrasi).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Cahaya hidayah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Hidayah datang dengan cara yang tak terduga. Itulah yang dialami Rasheed, seorang pemuda asal Florida, Amerika Serikat, yang memeluk Islam pada usia 17 tahun. Kisahnya menjadi refleksi tentang pencarian kebenaran, sekaligus bagaimana prasangka dapat luruh melalui dialog dan pencarian ilmu.

Rasheed mengisahkan dirinya dibesarkan dalam tradisi agama sebelumnya yang cukup kuat. Sejak kecil ia aktif mengikuti kebaktian dan studi Alkitab, sehingga memiliki pemahaman dasar tentang ajaran yang dianutnya.

Baca Juga

Namun, seperti banyak remaja lainnya, pengetahuannya tentang agama lain, termasuk Islam sangat terbatas. Bahkan, ia mengakui sempat menghindari mempelajari Islam karena terpengaruh gambaran media yang membuatnya merasa takut.

“Jadi saya tidak ingin membahasnya, karena saya takut dengan apa yang mungkin saya pelajari. Jadi saya pada dasarnya hanya mengikuti apa yang diberitakan media,” ujarnya menukil dari AboutIslam, Senin (20/4/2026),

Meski demikian, rasa ingin tahunya terhadap agama lain sempat membawanya mempelajari sejumlah agama. Anehnya, Islam justru menjadi satu-satunya agama yang tidak ia sentuh secara serius pada masa itu.

Titik balik terjadi ketika ia memiliki seorang teman sekolah yang telah lebih dahulu menjadi mualaf. Alih-alih tertarik, Rasheed justru merasa terusik. Ia menganggap temannya telah meninggalkan keyakinan yang ia cintai.

Berbekal semangat dakwah, ia pun berusaha mengajak temannya kembali ke agama yang dia anut saat itu. Namun, upaya itu justru membuka jalan yang tak pernah ia duga sebelumnya.

Dalam proses berdiskusi dan berdebat soal keyakinan, Rasheed mulai mempelajari Islam secara langsung, baik dari literatur maupun penjelasan temannya. Ia menemukan banyak ajaran Islam yang dinilainya logis dan sulit dibantah.

photo
Perlunya Mualaf Didampingi Mentor - (About Islam)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement