REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Garda Revolusi Republik Islam Iran atau Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) mengumumkan bahwa rudal-rudalnya menargetkan pusat komando dan kendali, fasilitas drone, serta lokasi yang digunakan oleh personel Amerika Serikat dan Israel. Ini merupakan serangan balasan terbaru dari Iran sebagai bagian dari operasi militernya.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (30/3/2026), IRGC menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-87 "Operasi True Promise 4". Hal ini digambarkan sebagai kampanye berkelanjutan dan multi-tahap yang menargetkan infrastruktur militer dan logistik di berbagai lokasi di kawasan Teluk.
IRGC menyatakan bahwa lokasi yang digunakan sebagai markas pilot Amerika dan Israel menjadi sasaran rudalnya. Mereka menambahkan bahwa pusat komando dan kendali, hanggar drone, gudang dukungan senjata, serta lokasi yang digunakan oleh pilot AS-Israel telah dihantam dalam gelombang terbaru serangan Iran.
Menurut pernyataan tersebut, target-target ini dihantam di berbagai wilayah, termasuk lima pangkalan Amerika di kawasan serta pusat-pusat militer di wilayah selatan, tengah, dan utara wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Teluk Haifa, Kiryat Shmona, Tel Aviv, Be’er Sheva, Dimona, Al Kharj, Juffair, Victoria, dan lokasi lainnya.
IRGC menyebutkan bahwa serangan dilakukan menggunakan rudal balistik berbahan bakar cair dan padat, termasuk Emad, Qiam, dan Khorramshahr-4, serta drone.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa operasi gabungan, berkelanjutan, dan multi-tahap ini dimulai sejak dini hari sebelumnya dan masih terus berlangsung.
IRGC juga mengecam serangan ilegal oleh Israel terhadap fasilitas desalinasi di Kuwait.




