Kamis 26 Mar 2026 06:24 WIB

Korlantas Prediksi Puncak Arus Balik Kedua Terjadi 29 Maret

Arus balik menuju Jakarta hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Muhammad Hafil
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Foto: Polri
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan puncak arus balik kedua Lebaran 2026 berpotensi terjadi pada 29 Maret. Arus balik menuju Jakarta hingga kini belum sepenuhnya tuntas dan jutaan kendaraan masih bergerak dari berbagai daerah.

Agus mengatakan, hingga Rabu (25/3/2026), masih ada sekitar 42 persen kendaraan yang belum balik ke ibu kota. Kondisi demikian membuat kepolisian tetap menyiagakan personel di lapangan meski Operasi Ketupat 2026 telah resmi ditutup.

Baca Juga

“Kalau kita lihat dari proyeksinya masih 42 persen yang belum masuk ke Jakarta. Ini masih kita kelola,” kata Agus di Simpang Lima Semarang, Kamis (26/3/2026) dini hari WIB.

Kepolisian melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mengawal gelombang lanjutan arus balik. Kepadatan belum sepenuhnya berakhir karena sebagian masyarakat masih bertahan di kampung halaman dan kawasan wisata.

Kondisi itu, kata Agus, terlihat dari masih tingginya aktivitas di sejumlah titik aglomerasi. Mobilitas lokal masih cukup padat, terutama di kota-kota besar dan daerah tujuan wisata, saat masyarakat masih memanfaatkan sisa libur Lebaran untuk bersilaturahmi.

“Tentunya Mabes Polri Operasi Ketupat sudah selesai tetapi kegiatan rutin Kepolisian ditingkatkan. Oleh sebab itu kami semuanya masih berada di lapangan untuk mengamankan duta-duta arus balik yang saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak balik yang kedua,” ujar jenderal bintang dua ini.

Agus menuturkan, selama Operasi Ketupat, pengamanan difokuskan pada lima klaster utama. Lima klaster itu mencakup jalan arteri, jalan tol, pelabuhan dan penyeberangan, tempat ibadah, serta tempat wisata.

Pada klaster jalan arteri, polisi masih mencermati kepadatan di sejumlah wilayah seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya. Menurut Kakorlantas, pergerakan lokal di daerah-daerah itu masih cukup tinggi sehingga seluruh jajaran kepolisian daerah tetap disiagakan untuk memantau perkembangan lalu lintas.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement