Selasa 07 Apr 2026 13:00 WIB

Lebih dari 3,5 Juta Orang Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026

Tingkat kepuasan pengunjung terhadap layanan masjid ramah pemudik cukup tinggi.

Sejumlah pemudik beristirahat di halaman Masjid Babussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (19/4/2023). Masjid dengan arsitektur bergaya timur tengah serta menawarkan pemandangan alam tersebut menjadi salah satu tempat favorit pemudik untuk beristirahat sekaligus beribadah sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah pemudik beristirahat di halaman Masjid Babussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (19/4/2023). Masjid dengan arsitektur bergaya timur tengah serta menawarkan pemandangan alam tersebut menjadi salah satu tempat favorit pemudik untuk beristirahat sekaligus beribadah sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 3.592.348 pemudik memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik (MRP) selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H/2026 M. Layanan ini tersebar di 6.859 masjid di seluruh Indonesia yang disiagakan selama periode H-9 hingga H+7 Lebaran.

Jumlah ini belum termasuk pemudik yang memanfaatkan vihara, gereja, dan rumah ibadah berbagai agama yang juga ikut memberikan layanan ramah pemudik pada libur lebaran.

Baca Juga

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat, Abu Rokhmad, mengatakan, jumlah penerima manfaat program ini sangat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah pemudik yang singgah tercatat sebanyak 1.617.641 orang. Padahal, saat itu, layanan disiapkan pada 8.710 masjid.

“Tahun ini jumlah pemudik yang memanfaatkan Masjid Ramah Pemudik mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (6/4/2026).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Ia menjelaskan, lonjakan jumlah pengunjung tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis rumah ibadah. Menurut dia, masjid kini tidak hanya dipahami sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik yang terbuka bagi siapa saja.

Abu Rokhmad menilai, posisi masjid yang berada di jalur strategis seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan pemudik. Keberadaan masjid yang mudah diakses membuatnya menjadi pilihan tempat singgah yang praktis dan aman.

“Masjid memiliki fasilitas dasar yang dibutuhkan pemudik, seperti tempat ibadah, air bersih, dan ruang istirahat. Ketika dikelola dengan baik, masjid bisa menjadi oase di tengah perjalanan panjang,”jelas dia.

photo
Foto kolase pemudik arus balik sepeda motor melintas di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026). Sejumlah pemudik arus balik memilih pulang ke arah Jakarta pada 25 Maret 2026 atau H+3 Lebaran Idul Fitri untuk menghindari kemacetan sesuai imbauan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi agar menghindari perjalanan saat puncak arus balik pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. - (ANTARA FOTO/Fauzan)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement