Selasa 24 Mar 2026 14:53 WIB

Dinar dan Dirham, Mata Uang Andalan Peradaban Islam

Perak dan emas sudah digunakan sebagai alat tukar jauh sebelum Islam hadir.

Dinar dan dirham.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Dinar dan dirham.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarah telah membuktikan, emas dan perak merupakan alat tukar yang bernilai paling stabil yang pernah dikenal dunia. Peradaban Islam sepanjang era keemasan berabad-abad lamanya menjelma kekuatan perekonomian dunia.

Tak heran jika pada masa itu, kekhalifahan Islam sudah memiliki mata uang sendiri bernama dirham (koin perak) dan dinar (koin emas). Dengan menggunakan keduanya, perekonomian di Dunia Islam tumbuh begitu pesat.

Baca Juga

Sejarah penggunaan perak dan emas sebagai alat pertukaran, sejatinya telah berkembang jauh sebelum Islam hadir. Para peneliti sejarah dirham menemukan fakta bahwa perak sebagai alat tukar sudah digunakan sejak zaman Nabi Yusuf AS. Hal itu diungkapkan dalam Alquran, yakni surah Yusuf ayat ke-20. Dalam ayat itu, tercantum kata darahima ma'dudah yang menunjukkan besaran nilai.

وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ ۢ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُوْدَةٍۚ وَكَانُوْا فِيْهِ مِنَ الزّٰهِدِيْنَࣖ

Artinya: "Mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga murah, (yaitu) beberapa dirham saja sebab mereka tidak tertarik kepadanya" (QS Yusuf: 20).

Pada masa pra-Islam, istilah dinar dan dirham pada dasarnya merujuk pada satuan berat untuk menimbang emas dan perak. Baru kemudian, istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut koin emas dan perak.

Karena itu, pada masa Nabi Yusuf, belum tentu telah ada dirham dalam bentuk koin seperti yang dikenal pada masa Nabi Muhammad SAW atau sekarang. Yang ada kemungkinan besar adalah perak dalam bentuk bullion atau logam batangan yang digunakan sebagai alat tukar berdasarkan ukuran beratnya. Dalam konteks ini, istilah “dirham” dalam Alquran dapat dipahami sebagai satuan nilai berbasis berat perak, bukan semata-mata koin.

Sejarah mencatat, umat Nabi Muhammad SAW, terutama sejak zaman Khulafa ar-Rasyidin, mengadopsi penggunaan dirham dan dinar. Itu terutama sejak umat Islam berhasil menaklukkan Imperium Persia pada abad ketujuh Masehi.

Bangsa Persia menyebut mata uang koin perak sebagai drachm. Barulah pada era Khalifah Umar bin Khattab, daulah Islam memiliki dirham dan dinar sebagai alat transaksi resmi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement