
Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Suhu di Madinah, Arab Saudi, semakin hari semakin panas. Setelah sempat berada di kisaran suhu 32--36 derajat Celsius pada akhir April, suhu pada awal bulan ini di waktu siang bisa mencapai angka 39-42 derajat Celsius.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti, mengimbau agar jamaah haji untuk mewaspadai potensi kaki melepuh. Menurut Enny, cuaca yang panas dan jenis lantai di Masjid Nabawi membuat risiko kaki melepuh sangat besar.
"Memang lumrah (kaki melepuh) itu terjadi di Madinah. Karena lantai Masjid Nabawi dengan Masjidil Haram itu berbeda. Kalau di Nabawi ini sering terjadi jamaah terpapar lantai yang panas sehingga terkena risiko melepuh,"ujar dia, Senin(4/5/2026) WAS.
Enny berharap, jamaah Indonesia ketika pergi ke Nabawi membara kantong plastik sebagai wadah alas kaki yang mereka bawa. "Sehingga jika membawa sepatu atau sandal ketika keluar mereka langsung bisa pakai, tidak perlu mencari-cari,"kata dia.
Menurut Enny, sering terjadi peristiwa kehilangan sandal sehingga terpaksa berjalan di atas lantai Masjid Nabawi yang panas. Risiko kaki melepuh, sambung Enny, juga sering terjadi pada jamaah neuropati yakni jamaah yang memiliki penyakit Diabetes Mellitus (DM). Jamaah dengan neuropati itu sistem sarafnya sudah kebal. "Sehingga saat berjalan di atas lantai yang panas mereka tidak merasa panas, namun tiba-tiba melepuh,"kata dia.
Jika sampai terjadi kaki melepuh, Enny mengimbau jamaah langsung dibawa ke pos kesehatan terdekat atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah untuk ditangani dokter. Ia pun memberikan tips pertolongan pertama jika jamaah mengalami kaki melepuh."Langsung saja siram dengan air dingin, bahkan kalau bisa air es," kata Enny.




