REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan pos kesehatan saat puncak haji, terutama di Arafah dan Mina. Ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal.
“Kami menyiagakan masing-masing satu pos kesehatan Indonesia di Arafah dan Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf, Senin (25/5/2026).
Maria menjelaskan sebanyak 657 petugas Satgas Arafah telah ditempatkan di berbagai titik layanan guna mendukung kelancaran operasional.
Mereka terdiri atas petugas ad hoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya yang akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jamaah berjalan maksimal.
Maria mengajak jamaah untuk saling peduli dan membantu satu sama lain selama menjalani puncak ibadah haji.
View this post on Instagram




