REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkaitan dengan akan berakhirnya bulan Ramadhan 1447 H /2026 M, maka Lembaga Hisab dan Rukyah (LHR) Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah dengan ini menyampaikan prediksi awal Syawal 1447 H sebagai berikut.
Berdasarkan Hasil Hisab Lembaga Hisab Lembaga Hisab dan Rukyah PB Al Jam’iyatul Washliyah bahwa data ketinggian hilal saat terjadinya Ijtimak awal Syawal 1447 H terjadi pada hari Kamis (Kliwon) tanggal 19 Maret 2026 M bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan 1447 H pukul 08:23:14 WIB. Ketika matahari terbenam pada ketika terjadinya ijtimak tersebut di seluruh wilayah Indonesia hilal sudah berada di atas ufu’ mar’i pada ketinggian antara 010 00’ 58.04” (di Jaya Pura), hingga 020 36’ 40.78” (Medan), dan tertinggi 020 50’ 27.33” (di Lhok Nga Banca Aceh). Dengan elongasi 6.010.
Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa di seluruh wilayah Indonesia hilal sudah berada di atas ufuk, namun belum mencapai kriteria imkan rukyah kesepakatan negeri MABIMS (030).
View this post on Instagram




