Ahad 15 Mar 2026 12:47 WIB

Ratusan Siswa Tunanetra Khatamkan Alquran Braille di Bulan Ramadhan

Membaca Alquran dengan huruf Braille bukanlah hal mudah

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Para peserta khataman Alquran dengan huruf Braille.
Foto: Muhyiddin/ Republika
Para peserta khataman Alquran dengan huruf Braille.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Suasana haru dan penuh semangat Ramadhan terasa di Masjid Ibnu Umi Maktum, SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung, saat ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bandung Raya mengikuti kegiatan khataman Alquran,  tausiyah, dan buka puasa bersama, Jumat (13/3/2026).

Momentum spiritual ini menjadi istimewa karena para peserta tunanetra berhasil menuntaskan khataman Alquran menggunakan huruf Braille.

Baca Juga

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 siswa SLB, 200 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SLB se-Bandung Raya, serta 200 anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Bandung.

Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama, M Munir, menjelaskan bahwa Direktorat Pendidikan Agama Islam memiliki tugas melakukan bimbingan di bidang PAI di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk di Sekolah Luar Biasa.

“Kegiatan ini melibatkan 300 siswa-siswi sekolah luar biasa serta 200 guru PAI SLB se-Bandung Raya dan 200 anggota Pertuni. Siswa-siswi SLB ini adalah anak-anak yang diberi keistimewaan dan kekhususan oleh Allah SWT sehingga perlu mendapatkan perhatian,” ujar Munir dalam keterangan persnya, Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan, para guru PAI yang mengajar di SLB juga memiliki peran istimewa. Sebagian di antara mereka merupakan penyandang disabilitas, sementara lainnya tidak, namun semuanya dituntut memiliki kesabaran dan kemampuan ekstra dalam mendampingi para siswa.

"Guru-guru PAI pada SLB juga ada yang difabel dan juga tidak. Mereka juga tergolong istimewa sebab memiliki kesabaran, kekuatan dan kapabilitas yang ekstra dalam menemani dan mendidik siswa-siswi SLB,” ucapnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno turut memberikan apresiasi kepada para siswa tunanetra, guru, dan pembina dari Pertuni yang telah membimbing mereka hingga mampu membaca dan mengkhatamkan Alquran Braille.

“Kita boleh saja tidak melihat dengan mata, tetapi kita tidak boleh buta dalam hati dan semangat,” ujar Amien saat memberikan motivasi kepada para siswa.

photo
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmy Halimatul Udhma . - (Muhyiddin/ Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement