Rabu 11 Mar 2026 16:21 WIB

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran Kebebasan Beragama Sepanjang 2025

Kebebasan beragama di Indonesia sepanjang 2025 belum tunjukkan perbaikan signifikan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Warga menikmati suasana di sekitar aneka lampu hias pada Jakarta Light Festival 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (28/2/2026). Dekorasi aneka lampu hias bernuansa islami tersebut menghiasi area pedestrian di kawasan Bundaran Hotel Indonesia untuk menyemarakan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dan akan berlangsung selama sekitar 4 pekan hingga 24 Maret 2026.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga menikmati suasana di sekitar aneka lampu hias pada Jakarta Light Festival 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (28/2/2026). Dekorasi aneka lampu hias bernuansa islami tersebut menghiasi area pedestrian di kawasan Bundaran Hotel Indonesia untuk menyemarakan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dan akan berlangsung selama sekitar 4 pekan hingga 24 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setara Institute mencatat kondisi kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) di Indonesia sepanjang 2025 belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, mengatakan sepanjang 2025 terjadi 221 peristiwa pelanggaran KBB dengan 331 tindakan. Angka ini menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 260 peristiwa dengan 402 tindakan.

Baca Juga

“Hal ini menjadi bukti bahwa negara belum berkomitmen untuk menjaga stabilitas nasional melalui pemeliharaan toleransi antarumat beragama,” ujar Halili saat merilis laporan KBB 2025, Selasa (10/3/2026).

Dari total pelanggaran tersebut, 128 tindakan dilakukan aktor negara, sedangkan 197 tindakan dilakukan aktor nonnegara.

Peneliti Setara Institute, Ikhsan Yosarie, menyebutkan pelanggaran banyak dipicu regulasi diskriminatif terhadap kelompok minoritas, seperti umat Kristen, Katolik, dan Jemaat Ahmadiyah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ameera Network (@ameeranetwork)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement