Kamis 14 May 2026 14:06 WIB

Kurban, Amal yang paling Dicintai Allah SWT

Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kurban sangat penting untuk menjadi syiar Islam di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T). (ilustrasi)
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Kurban sangat penting untuk menjadi syiar Islam di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan menyembelih hewan ternak. Para ulama mengungkapkan bahwa menyembelih hewan kurban adalah amal yang paling dicintai Allah SWT pada hari Nahr.

Ustadz Muhammad Ajib Lc dalam buku Fiqih Qurban Perspektif Madzhab Syafi’i terbitan Rumah Fiqih menjelaskan, menurut keterangan beberapa hadits bahwa orang yang berkurban maka amal qurbannya dicatat sebagai amal yang paling dicintai oleh Allah SWT dan pahalanya lebih cepat.

Baca Juga

Dalam hadits riwayat Imam at-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda seperti ini.

Dari Aisyah Radhiyalahu anha, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang anak Adam melakukan pekerjaan yang paling dicintai Allah pada hari nahr kecuali mengalirkan darah (menyembelih hewan qurban). Hewan itu nanti pada hari kiamat akan dating dengan tanduk, rambut dan bulunya. Dan pahala kurban itu di sisi Allah SWT lebih dahulu dari pada darah yang menetes pada suatu tempat sebelum menetes ke tanah. Maka hiasilah dirimu dengan ibadah kurban. (HR Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah)

Secara bahasa kata kurban dalam ilmu fiqih dikenal dengan istilah Udhhiyah. Imam al Qurtubi menjelaskan definisi Udhhiyah secara bahasa adalah sebagai berikut.

"Kambing yang disembelih pada waktu dhahwah (waktu dhuha)." (Al-Jaami’ Li Ahkaamil Quran Karya Imam al-Qurtubi)

Sedangkan Udhhiyyah menurut istilah syara’ sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ibnu Abdiin.

photo
Infografis Bolehkah Kurban 1 Kambing untuk Sekeluarga? - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement