REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain Ahli Kitab (أهل الكتاب), Alquran juga menyebut perihal golongan Bani Israil dan Yahudi. Sesungguhnya, ketiga sebutan itu memiliki makna masing-masing.
Kata Bani Israil disebutkan sebanyak 42 kali di dalam Alquran. Adapun Israil diulang sebanyak tiga kali.
Kemudian, kata Yahud (Yahudi) disebut sebanyak 22 kali dalam 21 ayat yang terdapat pada sembilan surah dalam Alquran. Ahl al-kitaab (Ahli Kitab) disebutkan secara langsung dalam Alquran sebanyak 31 kali dalam sembilan surah berbeda.
Pakar tafsir Alquran, Prof Muhammad Quraish Shihab, dalam sebuah kajian di kanal YouTube Bayt al-Qur'an menjelaskan perbedaan ketiga istilah itu. Menurut mantan menteri agama RI itu, Bani Israil digunakan Alquran untuk menunjuk pada keturunan Nabi Yaqub AS. Sang nabi memang bergelar israil. Itu secara kebahasaan berarti ‘dia yang menyeru Tuhannya.’
Menurut Prof Quraish Shihab, sebutan Bani Israil digunakan Alquran untuk menunjuk pada keturunan Nabi Yaqub yang hidup sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Jadi, istilah ini di dalam Alquran bukan untuk keturunan Yaqub AS yang ada pada masa Rasulullah SAW.
Nabi Yaqub memiliki 12 orang anak. Seorang di antaranya bernama Yahuda. Dari nama itulah, muncul istilah Yahud atau Yahudi. Maknanya, 'anak keturunan Yahuda.'
Alquran menggunakan kata yahud (Yahudi) bukan untuk menunjuk pada anak keturunan Yahuda yang hidup pada zaman sebelum Rasulullah SAW. Kata ini dipakai untuk menunjuk pada umumnya mereka yang hidup pada masa Nabi SAW.




