Rabu 25 Feb 2026 14:54 WIB

Tips Khusyuk Sholat Selama Bulan Ramadhan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menghadirkan kekhusyukan.

Rep: Fuji Eka Permana,Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi sholat malam
Foto: Republika/Daan Yahya
Ilustrasi sholat malam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sholat bukan sekadar rangkaian bacaan yang diucapkan dengan lisan atau gerakan tubuh semata. Ibadah ini menuntut kekhusyukan, yakni kehadiran hati yang penuh kerendahan dan pikiran yang fokus kepada Allah SWT. Terlebih pada bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas shalat agar ibadah yang dilakukan semakin bermakna.  

Dalam ajaran Islam, shalat memiliki dua unsur utama, yaitu tubuh dan jiwa. Tubuh sholat terdiri dari gerakan seperti berdiri, rukuk, sujud, dan duduk, sedangkan jiwa shalat adalah kekhusyukan hati dan kesadaran penuh ketika menghadap Allah SWT.  

Baca Juga

Allah SWT memuji orang-orang yang menjaga kekhusyukan dalam sholat sebagaimana firman-Nya:  

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ. الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ  

Artinya: "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam sholatnya." (QS Al-Mu’minun: 1–2).

Khusyuk berarti memusatkan perhatian sepenuhnya terhadap bacaan dan gerakan sholat, disertai kesadaran bahwa seorang hamba sedang berdiri di hadapan Allah Yang Maha Agung. Keadaan ini melahirkan ketenangan batin, kerendahan hati, dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Sebagian ulama bahkan menegaskan pentingnya kekhusyukan dengan mengatakan bahwa sholat tanpa khusyuk ibarat tubuh tanpa ruh.

Menukil dari laman aboutislam, Selasa (24/2/2025), para ulama menjelaskan bahwa kekhusyukan terdiri dari dua bentuk utama.

Pertama, khusyuk hati, yaitu memusatkan niat dan perhatian sepenuhnya kepada Allah SWT serta merenungkan bacaan yang dilafalkan dalam sholat.

Kedua, khusyuk tubuh, yaitu menjaga ketenangan gerakan serta menghindari tindakan yang tidak perlu, seperti gelisah, melihat ke sekeliling, merapikan pakaian, atau tergesa-gesa dalam rukuk dan sujud.

Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang melaksanakan shalat dengan tergesa-gesa. Beliau memerintahkan sahabat tersebut untuk mengulangi shalatnya karena belum dilakukan dengan benar. Nabi kemudian mengajarkan agar setiap gerakan dilakukan dengan tenang, mulai dari berdiri, rukuk, hingga sujud.

Ketenangan merupakan bagian penting dari sholat. Setiap gerakan harus dilakukan secukupnya hingga anggota tubuh kembali pada posisi yang sempurna sebelum berpindah ke gerakan berikutnya. Sholat yang dilakukan dengan tergesa-gesa dapat mengurangi kesempurnaan bahkan membatalkan sholat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement