REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) kembali menunjukkan komitmen kuat menjangkau wilayah terpencil melalui program Dai 3T (tertinggal, terdepan, terluar) selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 96 dai/daiyah asal daerah setempat diterjunkan ke 11 kabupaten wilayah 3T sebagai bagian dari program nasional pengiriman 1.500 dai ke seluruh Indonesia. Plh. Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag NTT H. Achmad Alkatiri menyatakan, penugasan ini merupakan hasil koordinasi intensif melalui Zoom dengan pejabat 11 kabupaten. “Alhamdulillah, total ada 96 dai/daiyah yang siap bertugas selama Ramadhan,” ujarnya di Kupang, Rabu.
Sebaran dai meliputi 37 orang di Timor Tengah Selatan, 12 di Alor, 8 di Belu, 2 di Malaka, 8 di Sumba Tengah, 8 di Sumba Barat Daya, 3 di Sumba Timur, 7 di Manggarai Timur, 5 di Lembata, 5 di Kupang, dan 2 di Rote Ndao. Kepala Kanwil Kemenag NTT Kariyanto mengapresiasi para dai yang bersedia mengabdi di pelosok. “Kehadiran mereka bukan sekadar tugas Ramadhan, melainkan misi pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, dan harmoni sosial. Ini wujud komitmen Kemenag memastikan layanan keagamaan menjangkau hingga pelosok negeri,” katanya.
Program Dai 3T merupakan prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tahun 2026, berkolaborasi dengan Direktorat Penerangan Agama Islam serta Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, dengan penetapan wilayah mengacu Perpres Nomor 63 Tahun 2020. Di Kepulauan Riau (Kepri), Kemenag mengirim satu dai ke Kabupaten Lingga.
Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zoztafia menjelaskan secara nasional hampir 2.000 dai 3T diterjunkan. “Dai membawa misi penguatan iman, spiritualitas, nilai kebangsaan, dan ekoteologi sesuai kondisi masyarakat setempat,” ujarnya di Tanjungpinang, Rabu.
Mereka akan mendampingi warga selama sekitar 30 hari, termasuk pembelajaran Alquran sepanjang Ramadhan. Zoztafia menambahkan kehadiran dai sebagai simbol kehadiran negara hingga pulau terluar, sekaligus mengimbau pendakwah menyampaikan narasi menyejukkan dan menghindari provokasi demi menjaga kondusivitas Kepri.
Di sisi lain, PT Bank Aladin Syariah Tbk menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa S1 tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Bandung yang berasal dari daerah 3T, kurang mampu, serta wilayah terdampak bencana di Sumatera dan Bandung, Jawa Barat.
Presiden Direktur Koko Rachmadi menegaskan program ini mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi. “Pendidikan adalah fondasi utama membangun masa depan umat dan bangsa. Dukungan terhadap akses pendidikan inklusif menjadi komitmen kami mewujudkan masyarakat berdaya, Indonesia berjaya,” katanya di Jakarta, Jumat.




