Selasa 17 Feb 2026 18:05 WIB

Observatorium Bosscha tak Amati Hilal 17 Februari 2026, Ini Alasannya

Data menunjukkan hilal mustahil diamati pada 29 Syaban.

Pengamatan di Observatorium Bosscha Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Pengamatan di Observatorium Bosscha Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan kegiatan pengamatan hilal sebagai bagian dari penelitian astronomi dan penyediaan data pendukung penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Peneliti Observatorium Bosscha ITB Yatny Yulianti mengatakan observatorium tersebut setiap tahun menjadi salah satu rujukan bagi Kementerian Agama (Kemenag) RI dan masyarakat dalam penentuan awal Ramadhan.

“Kegiatan pengamatan bulan sabit oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi terhadap ketebalan sabit bulan, juga dalam rangka rukyatul hilal,” kata Yatny di Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (17/2/2026).

Berdasarkan data astronomis, kata dia, hilal tidak mungkin diamati pada 17 Februari 2026 yang bertepatan dengan 29 Syaban 1447 Hijriah, karena posisi bulan sudah terbenam lebih dahulu dibandingkan saat waktu matahari terbenam.

 

 

 

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement