Ahad 15 Feb 2026 17:03 WIB

Adakah Syafaat di Alam Kubur Sebelum Kiamat? Ini Penjelasan Alquran dan Hadits

Terdapat sejumlah amalan yang dapat memberi manfaat bagi seorang hamba setelah wafat.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Lanskap pemakaman yang terendam banjir di TPU Semper, Jakarta Utara, Ahad (15/2/2026). Tradisi ziarah dilakukan oleh umat muslim menjelang bulan suci Ramadhan untuk mendoakan dan membersihkan makam keluarganya. Menurut salah satu warga, kuburan keluarganya terendam sejak tahun 2023 lalu hingga saat ini. Sekitar ratusan makam di kawasan tersebut terendam akibat intensitas hujan yang tinggi, drainase yang buruk serta  permukaan tanah yang lebih rendah dari jalan raya.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Lanskap pemakaman yang terendam banjir di TPU Semper, Jakarta Utara, Ahad (15/2/2026). Tradisi ziarah dilakukan oleh umat muslim menjelang bulan suci Ramadhan untuk mendoakan dan membersihkan makam keluarganya. Menurut salah satu warga, kuburan keluarganya terendam sejak tahun 2023 lalu hingga saat ini. Sekitar ratusan makam di kawasan tersebut terendam akibat intensitas hujan yang tinggi, drainase yang buruk serta permukaan tanah yang lebih rendah dari jalan raya.

REPUBLIKA.CO.ID, Pertanyaan tentang apakah ada syafaat di alam kubur (alam barzakh) sebelum hari kiamat kerap muncul di tengah umat Islam.

Dalam Alquran dan hadits, dijelaskan bahwa terdapat sejumlah amalan yang dapat memberi manfaat bagi seorang hamba setelah wafat, baik berupa doa kaum Muslimin, pelunasan nazar oleh keluarga, maupun kebaikan anak yang saleh.

Baca Juga

Berikut ini beberapa hal yang dapat membantu seseorang di dalam kuburnya sebagaimana dijelaskan Alquran dan hadits, dikutip dari Tafsir Ilmi tentang Kiamat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

1. Doa seorang Muslim untuk ahli kubur

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Wal-lażīna jā'ū mim ba‘dihim yaqūlūna rabbanagfir lanā wa li'ikhwāninal-lażīna sabaqūnā bil-īmāni wa lā taj‘al fī qulūbinā gillal lil-lażīna āmanū rabbanā innaka ra'ūfur raḥīm(un).

Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hasyr Ayat 10)

Di antara hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut adalah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Doa seorang Muslim bagi saudaranya yang tidak ada di depannya itu terkabul (mustajab). Di atasnya terdapat malaikat yang menjaganya. Setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata, “amin, semoga engkau juga mendapatkan kebaikan sepertinya." (Riwayat Imam Muslim dari Ummi ad-Darda)

photo
Warga berziarah di makam keluargannya yang terendam banjir di TPU Semper, Jakarta Utara, Ahad (15/2/2026). - (Republika/Thoudy Badai)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement