REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Umat Islam Thailand yang bersiap melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi tahun ini akan menerima vaksinasi wajib terhadap penyakit meningokokus dan influenza, pemeriksaan kesehatan, dan perlengkapan pertolongan pertama gratis.
Vaksinasi ini merupakan bagian dari program kesehatan komprehensif yang ditawarkan kepada 7.037 umat Islam Thailand yang mengikuti ibadah haji tahun ini.
Kabar ini diumumkan saat Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Worachot Sukhonkhachon memimpin peluncuran di Pusat Administrasi Urusan Islam Nasional di Nong Chok, Bangkok. Worachot didampingi oleh pemimpin spiritual umat Islam Thailand, pejabat senior dari kedutaan Arab Saudi, pejabat kesehatan tingkat tinggi, dan jamaah.
Worachot mengatakan, ibadah haji adalah kewajiban agama yang sangat penting, dengan sekitar 13 ribu Muslim Thailand diberikan kuota tahunan.
"Kementerian berupaya memastikan keselamatan jamaah melalui perawatan pencegahan, dukungan medis selama ibadah haji, dan pemantauan setelah perjalanan," kata Worachot dilansir Bangkok Post, Kamis (12/2/2026).
Program ini menyediakan vaksinasi, sertifikat, dan layanan kesehatan secara gratis, yang diselesaikan dalam satu hari. Tim medis akan mendampingi jemaah haji di Arab Saudi, sementara jemaah haji yang kembali akan dipantau selama 14 hari untuk mendeteksi potensi penyakit menular seperti MERS dan meningitis meningokokus.
Wakil Sekretaris Tetap Kesehatan Masyarakat, Sakda Alphach mengatakan, ibadah Haji 2026 akan berlangsung dari tanggal 25 hingga 31 Mei 2026 mendatang.
Semua jamaah haji yang terdaftar akan menerima vaksinasi setidaknya 10 hari sebelum keberangkatan. Pada hari peluncuran, 1.417 jamaah haji akan menerima layanan di Bangkok, sementara yang lain dapat mengakses perawatan di fasilitas kesehatan lokal di seluruh negeri hingga 20 Mei.




