Rabu 11 Feb 2026 17:47 WIB

Alquran Sebut Permohonan Orang Kafir di Neraka

Siksaan atas orang-orang kafir di neraka tidak akan diringankan.

Api neraka (ilustrasi)
Foto: dok pexels
Api neraka (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran mendeskripsikan siksaan yang Allah jatuhkan bagi orang-orang yang tidak diridhainya. Mereka adalah manusia yang kafir semasa di dunia.

وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَهُمۡ نَارُ جَهَنَّمَ‌ۚ لَا يُقۡضٰى عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوۡتُوۡا وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمۡ مِّنۡ عَذَابِهَا ؕ كَذٰلِكَ نَـجۡزِىۡ كُلَّ كَفُوۡرٍۚ

Baca Juga

"Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir" (QS Fatir: 36).

Ayat berikutnya mengungkapkan perkataan para penghuni neraka. Mereka memohon-mohon kepada Allah agar kiranya dikeluarkan dari tempat yang sangat mengerikan itu.

وَهُمۡ يَصۡطَرِخُوۡنَ فِيۡهَا ‌ۚ رَبَّنَاۤ اَخۡرِجۡنَا نَـعۡمَلۡ صَالِحًـا غَيۡرَ الَّذِىۡ كُـنَّا نَـعۡمَلُؕ اَوَلَمۡ نُعَمِّرۡكُمۡ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيۡهِ مَنۡ تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيۡرُؕ فَذُوۡقُوۡا فَمَا لِلظّٰلِمِيۡنَ مِنۡ نَّصِيۡرٍ

"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, 'Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.' (Dikatakan kepada mereka), 'Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun'" (QS Fatir: 37).

Menurut Syekh Yasin Muhammad Yahya dalam kitab Min Wahyil Quran, kedua ayat di atas secara berurutan menggambarkan situasi yang dialami oleh orang-orang kafir di neraka. Mereka mendapatkan siksa terus menerus.

Hukuman itu tidak akan diringankan. Inilah balasan bagi kekufuran mereka.

Disebutkan di sana bahwa mereka mati, tetapi kematian itu tak berarti istirahat. Bahwa mereka mati, tak berarti kesudahan, melainkan awal dari kehidupan yang baru.

Dahulu ketika di dunia, mereka memang mati. Namun, itu adalah perpindahannya ke alam berikutnya. Di alam kubur, siksa sudah menanti. Di alam akhirat, keadaannya pun demikian pula. Siksa neraka menanti mereka.

Adapun ayat ke-37 dari surah Fatir menjelaskan tentang permohonan orang-orang kafir saat berada di neraka. Mereka berteriak sekencang-kencangnya, memohon kepada Allah agar mereka dikeluarkan dari neraka.

Kaum kafir meminta kesempatan kedua agar bisa mengerjakan amal saleh dan berjanji tidak akan melakukan sebagaimana yang telah dilakukannya ketika dahulu masih hidup. Mereka ingin mengganti kekufuran dan kemaksiatan yang pernah dilakukan dengan ketaatan kepada Allah.

Namun demikian, Allah tidak memperkenankan doa mereka. Allah menjawab bahwa mereka telah diberikan waktu hidup, tetapi itu justru tidak mereka gunakan dengan baik. Dan kini, penyesalan tak lagi berguna.

Dalam ayat itu, Allah menegaskan bahwa kepada mereka telah diturunkan pemberi peringatan (an-nadzir). Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan an-nadzir.

Ada yang mengatakan, itu adalah para rasul Allah. Ada juga yang memandang, an-nadzir itu adalah Alquran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement