Selasa 03 Mar 2026 16:38 WIB

Kepanikan Rumah Sakit di Iran saat Diserang Israel

Serangan ini merupakan yang kesekian kalinya terhadap fasilitas kesehatan Iran.

Warga melintas di depan Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga melintas di depan Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan rudal rezim Israel terhadap sebuah rumah sakit di Sarpol-e Zahab, Iran barat, menyebabkan kerusakan luas. Serangan ini merupakan yang kesekian kalinya terhadap fasilitas layanan kesehatan Iran.

Salah satu media Iran, Tasnim News Agencymelaporkan, serangan yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) dini hari itu menghantam sebuah pusat medis sipil di kota yang masih dalam proses pemulihan dari gempa dahsyat tahun 2017. Hal ini merupakan bentuk pelanggaran hukum humaniter internasional.

Baca Juga

Serangan tersebut memecahkan jendela, merusak infrastruktur penting, dan membuat pasien serta tenaga medis panik. Saksi mata menggambarkan suasana kacau ketika lorong-lorong rumah sakit dipenuhi debu dan puing-puing, sementara tenaga medis tetap merawat pasien meski berada dalam bahaya. Seorang perawat, dengan wajah tertutup debu, tetap berada di posnya merawat mereka yang membutuhkan, sementara para dokter menolak meninggalkan ruang operasi meskipun alarm berbunyi.

Serangan ini menyusul penyerangan sebelumnya terhadap rumah sakit di Iran, termasuk penargetan Rumah Sakit Gandhi di Teheran baru-baru ini. Tindakan kriminal semacam itu secara sistematis merusak prinsip netralitas medis, yang merupakan salah satu pilar Konvensi Jenewa, yang secara tegas melarang serangan terhadap fasilitas kesehatan selama konflik bersenjata.

Penargetan rumah sakit secara sengaja tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap keamanan institusi medis.

Di tengah kampanye agresi yang terus berlanjut oleh AS dan rezim Zionis, komunitas internasional dihadapkan pada pertanyaan mendesak tentang akuntabilitas. Serangan berulang terhadap rumah sakit di Iran merupakan eskalasi berbahaya yang mengancam fondasi hukum humaniter serta perlindungan warga sipil dalam masa perang.

 

 
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement