Sabtu 07 Feb 2026 06:28 WIB

Tumpek Uye, Momentum Umat Hindu Muliakan Satwa

Umat Hindu melepasliarkan 700 ekor burung dari berbagai jenis di kawasan Gunung Salak

Rep: Muhyiddin,/ Red: A.Syalaby Ichsan
Acara Tumpek Uye di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Gunung Salak, Kabupaten Bogor.
Foto: Ist
Acara Tumpek Uye di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Gunung Salak, Kabupaten Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Kementerian Agama (Kemenag) menjadikan peringatan Tumpek Uye sebagai momentum spiritual umat Hindu untuk memuliakan hewan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari dharma kehidupan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, I Nengah Duija, mengatakan Tumpek Uye merupakan hari suci yang diperingati setiap 210 hari sekali untuk menghormati satwa sebagai ciptaan Tuhan yang berperan dalam menjaga keseimbangan kehidupan. 

Baca Juga

“Tumpek Uye adalah momentum suci bagi umat Hindu yang diperingati setiap 210 hari sekali untuk memuliakan para hewan dan satwa yang tumbuh di atas bumi ini,” ujar Duija saat peringatan Tumpek Uye di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jumat (6/2/2026).

Menurut Duija, makna Tumpek Uye tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata pelestarian alam. Berbagai kegiatan ekoteologis dilakukan, mulai dari penanaman pohon hingga pelepasliaran satwa.

Di kawasan Pura Gunung Salak, umat Hindu menanam 1.200 pohon dan melepasliarkan 700 ekor burung dari berbagai jenis. Secara nasional, kegiatan serupa dilakukan di berbagai provinsi dengan total 14.580 pohon tertanam dan 4.690 satwa dilepasliarkan.“Aksi ini merupakan simbol bakti umat Hindu kepada alam semesta dan Ibu Pertiwi,” ucap Duija.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement