Selasa 27 Jan 2026 23:26 WIB

Tradisi Nisfu Syaban Juga Populer di Sejumlah Negara Islam, Seperti Apa?

Nisfu Syaban mempunyai sejumlah keutamaan.

Umat Islam membaca surah Yasin pada malam Nisfu Syaban 15 Syaban 1444 Hijriah di Masjid Suada, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Selasa (7/3/2023). Malam Nisfu Syaban adalah malam pada pertengahan bulan Syaban atau malam tanggal 15 Syaban yang disebut juga malam pengampunan dosa sehingga banyak umat Islam melakukan ibadah.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Umat Islam membaca surah Yasin pada malam Nisfu Syaban 15 Syaban 1444 Hijriah di Masjid Suada, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Selasa (7/3/2023). Malam Nisfu Syaban adalah malam pada pertengahan bulan Syaban atau malam tanggal 15 Syaban yang disebut juga malam pengampunan dosa sehingga banyak umat Islam melakukan ibadah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nisfu Syaban adalah malam pada 15 Syaban dalam kalender Hijriyah yang dikenal oleh banyak umat Islam sebagai malam penuh keberkahan, ampunan, dan kesempatan memperbanyak ibadah.

Banyak komunitas Muslim di seluruh dunia memiliki tradisi khas dalam menyambut malam ini, meskipun praktiknya berbeda-beda menurut budaya dan konteks setempat.

Baca Juga

Di beberapa negara seperti Bangladesh, Irak, Iran, dan Uni Emirat Arab, malam Nisfu Syaban dirayakan dengan festival manisan, halva, dan kue yang dibagikan kepada tetangga, keluarga, dan masyarakat, termasuk kepada anak-anak dan kaum miskin.

Menukil  Infinity Learn, kaum Muslimin di Bangladesh misalnya akan berpesta manisan dan kue ketika malam Nisfu Syaban.

Halwa dan firni adalah dua item yang paling disukai. Permen atau manisan ini menjadi simbol berbagi dan kebahagiaan menjelang malam yang penuh berkah.

Di Turki, tradisi menyambut malam ini bisa lebih meriah dengan pesta kembang api dan dekorasi lampu lampion di rumah-rumah. Praktik ini mencerminkan semangat sukacita komunitas Muslim dalam menghidupkan malam istimewa tersebut.

Di Irak, tradisi malam Nisfu Syaban ikut dirayakan oleh anak-anak yang berpakaian warna-warni dan berjalan di lingkungan sambil menerima permen atau halva dari rumah ke rumah, seperti bentuk kegembiraan dan partisipasi sosial.

Sedangkan tradisi malam Nisfu Syaban di Mesir pernah diungkapkan oleh alumni Universitas Al Azhar, Ustaz Aba Abror Al Muqaddam.

Selama enam tahun belajar di negeri Piramida itu, ia telah banyak mengetahui tentang amalaiyah umat Islam di Mesir, termasuk pada Malam Nisfu Syaban.

“Di Mesir memang juga semarak dilakukan Perayaan Malam Nisbu Syaban. Bahkan, hampir semua tarekat-tarekat sufi di Mesir itu menggelar Peringatan Malam Nisfu Syaban di masjid-masjid atau di zawiyah-zawiyah atau pondok kalau di sini,” ujar dai yang akrab dipanggil Gus Aba Abror ini kepada Republika.co.id, Selasa (27/1/2026).

 

photo
Infografis Amalan di Bulan Syaban - (Republika.co.id)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement