Selasa 27 Jan 2026 14:21 WIB

PPIH Arab Saudi Dilatih Hadapi Puncak Haji

Petugas diminta membuat perencanaan selama operasi Armuzna.

Rep: Fernan Rahadi/ Red: A.Syalaby Ichsan
 Para petugas haji yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mempelajari tentang Tactical Floor Game (TFG) selama momen Arafah, Muzsalifah, dan Mina (Armuzna) dalam lanjutan diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Para petugas haji yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mempelajari tentang Tactical Floor Game (TFG) selama momen Arafah, Muzsalifah, dan Mina (Armuzna) dalam lanjutan diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 hari ini memperoleh materi mengenai layanan operasional jamaah haji khususnya menghadapi puncak haji pada bulan Zulhijah mendatang. Diketahui, puncak jamaah haji diperkirakan di antara tahap pra Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) dan tahap setelah Armuzna. 

"Tugas memberikan pelayanan ini akan berada dalam lingkup tugas Satops (Satuan Operasi) Armuzna yang mana tugas pokoknya adalah membantu, melayani dan mengkoordinasikan penyiapan dan pengendalian pergerakan jamaah haji, di mana indonesia bersama petugasnya memberikan pelayanan umum, pelayanan kesehatan dan bimbingan ibadah," ujar Koordinator Materi TFG Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Dr Letkol (Inf) Surnadi, dalam acara diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga

Surnadi pun mengimbau agar para petugas meningkatkan kesiapan dan kemampuan menghadapi situasi darurat serta mengatasi masalah yang mungkin timbul selama pelaksanaan haji. Kedua, petugas diminta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara petugas haji, maskapai,hotel dan pemerintah Arab Saudi.

Petugas, kata Surnadi, juga diminta menguji sistem yang akan digunakan selama pelaksanaan haji. Selanjutnya, petugas juga harus meningkatkan  kemampuan dalam mengelola dan mengawasi kegiatan jamaah haji. 

Untuk melakukan tugasnya, petugas haji diminta membuat perencanaan yang di antaranya meliputi mempelajari tugas, peta dan situasi, menyusun organisasi, membuat rencana waktu, kegiatan dan minlog, membuat rencana Arafah, Muzdalifah dan Mina, membuat rencana posko utama dan posko taktis, serta membuaat rencana operasi gelar Armuzna.

photo
Jamaah haji Indonesia ikut mabit di Muzdalifah pada Kamis (5/6/2025) malam usai wukuf di Arafah. - (Teguh Firmansyah / Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement