REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi harus memahami alur pelayanan secara menyeluruh, mulai dari persiapan katering hingga standar akomodasi hotel.
Pemerintah, kata Dahnil, membuka seluruh informasi secara transparan, baik kepada petugas, media, maupun jamaah. Dia mencontohkan, terkait dengan katering, maka petugas harus bisa menjelaskan berapa harga katering tersebut dibuka. Dia menyebut biaya katering jamaah itu sebesar 40 SAR per hari.
“Paginya itu harganya 10 real, siang dan malam itu 15 real. Berarti teman-teman bisa ukur nanti. Jadi itu udah turun dari dulu ada 17 SAR, sekarang jadi 15 SAR,” ungkap dia.
Selain konsumsi, transparansi juga diterapkan pada sektor akomodasi. Pemerintah membuka informasi terkait biaya dan standar hotel agar jemaah memahami hak dan kewajibannya selama menjalankan ibadah haji.
"Semua kami buka, termasuk akomodasi hotel, supaya media bisa mengakses dan jemaah juga tahu. Dengan begitu, jamaah paham haknya dan memahami layanan yang mereka terima,” kata Dahnil.
Dahnil meminta seluruh petugas fokus menjalankan tugas dan fungsi pelayanan, khususnya pada aspek konsumsi yang kerap menjadi sorotan jamaah. Ia menekankan agar persoalan makanan, mulai kelayakan, gramasi hingga kesesuaian spesifikasi, menjadi perhatian serius.




