REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Pendiri Drone Emprit sekaligus Wakil Ketua Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia, Ismail Fahmi dan Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis menyoroti cara media menampilkan foto tersangka korupsi yang mengenakan simbol agama tertentu.
Keduanya mengingatkan pentingnya kebijaksanaan media agar tidak membangun framing yang berpotensi menimbulkan stigma keagamaan.
Dalam cuitannya di platform X, Ismail Fahmi menyampaikan, ia telah menelusuri bagaimana media memframing sosok koruptor melalui foto-foto yang muncul di Google Image pada pemberitaan terbaru.
“Hasilnya: kebanyakan media sudah benar, menampilkan koruptor tanpa peci, tanpa serban,” tulis Ismail Fahmi dikutip pada Rabu (21/1/2026).
Kyai @cholilnafis, saya cek bagaimana media2 memframing koruptor ini lewat foto-foto di Google image untuk berita kemarin.
Hasilnya: kebanyakan media sudah bener, menampilkan koruptor tanpa peci, tanpa sorban.
Sptnya hanya @kompascom yg memakai foto lama, saat Noel pake peci… https://t.co/VNR5D72LqM pic.twitter.com/ZFGlaskhy4
— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) January 19, 2026
Meski demikian, ia mencatat pengecualian pada salah satu media arus utama. Menurut Ismail Fahmi, salah satu media nasional masih menggunakan foto lama saat yang bersangkutan mengenakan peci dan sorban Palestina.
“Jadi, kritik perlu kita sampaikan juga kepada Kompas, dan peringatan kepada media-media, agar jangan memframing koruptor dengan atribut agama tertentu,”kata dia.
Cuitan tersebut mendapat respons langsung dari KH Cholil Nafis. Ia meminta agar media bijak dalam menampilkan foto koruptor.
“Ya saya minta media-media agar bijak menampilkan foto-foto koruptor. Sebab saya sebagai pembaca sangat terusik dengan penampilan dengan simbol agama,” tulis Kiai Cholil.




