Sabtu 03 Jan 2026 10:05 WIB

Hati-Hati, Kelapangan Hidup Mudah Diintervensi Nafsu

Kebahagiaan dan kelimpahan harta bisa menjadi pintu masuk nafsu.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Hati-hati, Kelapangan Hidup Mudah Diintervensi Nafsu
Foto: Thoudy Badai_Republika
Hati-hati, Kelapangan Hidup Mudah Diintervensi Nafsu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir semua manusia mengharapkan kehidupan yang mudah dan berlimpah, atau kehidupan yang penuh kelapangan dalam harta dan lainnya.

Namun, menurut Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, kehidupan yang penuh kelapangan itu justru mudah dimasuki atau diintervensi nafsu. Karena itu, seseorang harus lebih berhati-hati.

Baca Juga

“Nafsu akan mengambil peranan dalam sebuah kondisi yang lapang, yaitu dengan kebahagiaan. Tetapi nafsu tidak memiliki peranan dalam keadaan yang sempit.” (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam)

Biasanya, ketika seseorang mendapatkan kelapangan, baik harta maupun nikmat lainnya, ia merasa senang dan bahagia. Jika tidak berhati-hati, kondisi inilah yang menjadi jalan masuknya nafsu.

Pada saat itu, ia bisa meremehkan orang-orang yang berada di bawahnya, baik dalam hal harta maupun kebahagiaan, atau meremehkan orang yang sedang menderita. Sikap tersebut merupakan bentuk etika yang buruk terhadap sesama makhluk.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi