REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan banyak masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh atau safar. Dalam Islam, perjalanan tidak hanya bernilai aktivitas duniawi, tetapi juga sarana ibadah.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir selama di perjalanan, termasuk bacaan saat melewati tanjakan dan turunan, serta memanfaatkan keringanan sholat yang diberikan bagi musafir.
Dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW mencontohkan adab dan amalan yang dianjurkan selama perjalanan. Salah satunya adalah memperbanyak dzikir ketika menghadapi kondisi alam tertentu.
Dzikir Saat Jalan Menanjak dan Menurun
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca dzikir khusus saat melewati tanjakan dan turunan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan:
عن جابر رضي الله عنه قَالَ: كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا.
Artinya: "Dari Jabir -radiyallahu 'anhu, ia berkata, "Apabila kami mendaki maka kami bertakbir dan apabila kami turun maka kami bertasbih." (HR Bukhari)
Artinya, ketika melewati jalan menanjak, seorang muslim dianjurkan membaca: "Allahu Akbar". Sementara saat melewati jalan menurun, dianjurkan membaca: "Subhanallah"




