Rabu 24 Dec 2025 10:51 WIB

Netanyahu Tunggu Izin Trump untuk Perang Besar-Besaran Lagi dengan Hizbullah Lebanon

Israel bersiap-siap lakukan serangan besar ke Lebanon.

Warga berjalan melewati bangunan yang hancur saat mereka kembali ke Nabatiyeh, Lebanon selatan, Kamis, 28 November 2024 setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
Foto: AP Photo/Bassam Hatoum
Warga berjalan melewati bangunan yang hancur saat mereka kembali ke Nabatiyeh, Lebanon selatan, Kamis, 28 November 2024 setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Laporan bocoran menyebutkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengharapkan lampu hijau dari Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan perang di Lebanon.

Sementara Beirut menegaskan bahwa mereka tidak memiliki jaminan bahwa Israel tidak akan melakukan eskalasi baru.

Baca Juga

Saluran 13 Israel mengutip sumber-sumber yang mengatakan Netanyahu akan meminta Trump untuk memberikan lampu hijau untuk melancarkan operasi besar-besaran terhadap Hizbullah.

Baru-baru ini, dikutip dari Aljazeera, Rabu (24/12/2025), media Israel memberitakan bahwa tentara Israel telah menyelesaikan rencana untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap lokasi-lokasi milik Hizbullah.

Hal ini akan terjadi jika pemerintah dan tentara Lebanon gagal memenuhi janji mereka untuk melucuti senjata sebelum akhir 2025.

Hal ini terjadi di tengah serangan udara Israel yang hampir setiap hari terhadap Lebanon, yang jelas-jelas melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November 2025.

Tidak ada jaminan

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Lebanon Tarek Mitri mengungkapkan pada Selasa (23/12/2025) bahwa tidak ada jaminan bahwa Israel tidak akan melakukan eskalasi baru.

Kendaraan warga terbakar pascaserangan Israel ke Lebanon.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement