REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Laporan bocoran menyebutkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengharapkan lampu hijau dari Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan perang di Lebanon.
Sementara Beirut menegaskan bahwa mereka tidak memiliki jaminan bahwa Israel tidak akan melakukan eskalasi baru.
Saluran 13 Israel mengutip sumber-sumber yang mengatakan Netanyahu akan meminta Trump untuk memberikan lampu hijau untuk melancarkan operasi besar-besaran terhadap Hizbullah.
Baru-baru ini, dikutip dari Aljazeera, Rabu (24/12/2025), media Israel memberitakan bahwa tentara Israel telah menyelesaikan rencana untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap lokasi-lokasi milik Hizbullah.
Hal ini akan terjadi jika pemerintah dan tentara Lebanon gagal memenuhi janji mereka untuk melucuti senjata sebelum akhir 2025.
Hal ini terjadi di tengah serangan udara Israel yang hampir setiap hari terhadap Lebanon, yang jelas-jelas melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November 2025.
Tidak ada jaminan
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Lebanon Tarek Mitri mengungkapkan pada Selasa (23/12/2025) bahwa tidak ada jaminan bahwa Israel tidak akan melakukan eskalasi baru.




