Senin 22 Dec 2025 07:16 WIB

Jihad Seorang Ibu

Peran sebagai seorang ibu merupakan tugas yang besar dan mulia

ILUSTRASI Ibu dan anaknya.
Foto: ANTARA/FB Anggoro
ILUSTRASI Ibu dan anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW bersabda, "Setiap jerih payah istri di rumah sama nilainya dengan jerih payah suami di medan jihad" (HR Bukhari dan Muslim). Pada dasarnya, Islam telah memberikan keistimewaan kepada para istri untuk tetap berada di rumahnya. Untuk mendapatkan surga-Nya kelak, para istri cukup berjuang di rumah tangganya dengan ikhlas. Tetesan keringat mereka di dapur dinilai sama dengan darah mujahid di medan perang.

Menjadi ibu rumah tangga kedengarannya memang sepele dan remeh, hanya berkecimpung dengan urusan rumah dari A-Z, namun siapa sangka banyak sekali kebaikan dan hikmah yang dapat diperoleh. Ibulah yang mengambil porsi terbesar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.

Baca Juga

Pertumbuhan suatu generasi bangsa pertama kali berada di buaian para ibu. Di tangan ibu pula pendidikan anak ditanamkan dari usia dini, dan berkat keuletan dan ketulusan ibu jualah bermunculan generasi-generasi berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Dalam Islam, ini adalah tugas besar, namun sangat mulia dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ''Seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya.'' (HR Bukhari dan Muslim).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Hikmah Republika oleh Siti Yuliati
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement