REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendorong agar Pemerintah RI mengikuti langkah diplomasi yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim. Meski tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, namun Malaysia berhasil membebaskan warga negaranya yang pernah ditahan Israel saat mengikuti GSF 1.
"Ada Malaysia salah satu negara tetangga yang kemarin sudah membuktikan berhasil membebaskan seluruh warga Malaysia yang ditahan atau diculik pada angkatan Global Summud Flotilla yang pertama. Dan kita sudah mendapat pernyataan langsung dari Perdana Menteri Malaysia yang sangat tegas gitu ya terkait dengan masalah ini,” ujar dia saat audiensi dengan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, Indonesia bisa mencontoh Malaysia dalam diplomasi pembebasan tahanan aktivis GSF itu. “Jadi kita tentu berharap agar Presiden Prabowo, Kementerian Luar Negeri untuk memaksimalkan relasi dan lobinya serta posisi internasionalnya bersama dengan negara-negara yang warga negaranya ditahan oleh Israel. Seperti Malaysia kan juga tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, tapi Malaysia bisa melakukan pembebasan terhadap warganya pada periode yang lalu,” kata dia.
“Indonesia bisa melakukan pola yang sama. Yaitu tidak harus mempunyai hubungan dengan Israel tetapi bisa menyelamatkan warganya yang sekarang ini diculik, bahkan sudah menjadi keharusan mestinya ya negara melindungi warga bangsanya,” tegas dia.




