REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lafaz Allah dalam bahasa Arab terdiri atas empat huruf, yaitu alif, dua lam, dan ha.
Keempat huruf ini apabila digabung akan membentuk lafaz Allah. Tentunya kita sering menemui lafaz Allah dalam berbagai bentuknya, di setiap lembar Alquran.
Selain sebagai sayyidu asma al-husna (yang memiliki asmaul husna), ada sebuah keistimewaan tersendiri bila dilihat dari kacamata ilmu alat: nahwu dan shorof.
Keistimewaannya adalah lafaz yang terdiri atas empat huruf Arab itu mampu berdiri sendiri dan masih mempunyai arti yang sama, meski huruf sebelumnya dibuang satu persatu.
Lafaz Allahu (dalam bahasa Arab) kita buang huruf alifnya, maka akan menjadi Lillahi (milik Allah). Lafaz Lillahi kita buang huruf lam-nya, maka akan berbunyi Lahu (milik-Nya). Kalau dari lafaz Lahu kita buang lagi huruf lam-nya, sehingga hanya tersisa satu huruf saja yaitu Hu (bagi-Nya), sebuah damir (kata ganti) yang maksudnya kembali kepada lafaz Allah.
Ketiga bentuk lafaz ini banyak terdapat dalam Alquran. Seperti ayat Alquran yang menggunakan lafaz Lillahi. ''Segala puji hanya milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan yang menjadikan kegelapan dan cahaya.'' (QS Al-An'am: 1).
Ayat yang menggunakan lafaz Lahu: ''Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia yang menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu.'' (QS Al-An'am: 101).
Sedangkan ayat yang menggunakan lafaz Hu di antaranya: ''Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya, yang demikian itu lebih baik untukmu kalau kamu mengetahui.'' (QS Al-Ankabut: 16).
Dalam ayat Kursi, ketiga bentuk lafaz ini terkumpul dalam satu ayat.
View this post on Instagram




