REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY — Penembakan massal terjadi di Pantai Bondi di Kota Sydney, Australia, Ahad (14/12/2025). Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, aksi penyerangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 29 orang, termasuk dua petugas polisi, lapor Al Jazeera seperti dikutip Republika.
Seorang pria yang diyakini sebagai salah seorang pelaku penembakan juga tewas. Sementara itu, penembak kedua yang diduga berada dalam kondisi kritis. Pihak berwenang menetapkan penembakan itu sebagai kejahatan terorisme. Kepolisian mengatakan, penyerangan tersebut dirancang untuk menargetkan komunitas Yahudi Sydney pada hari pertama Hanukkah.
Al Jazeera melaporkan, ratusan orang telah berkumpul di pantai untuk sebuah acara yang disebut Chanukah by the Sea untuk merayakan dimulainya festival Yahudi tersebut. William Doliente Petty, seorang pekerja berusia 18 tahun di sebuah restoran di Pantai Bondi, mengatakan, dia sedang mengangkat piring pelanggan ketika mendengar suara tembakan.
“Saya langsung tahu itu suara tembakan, tetapi saya tidak terlalu memperhatikannya,” katanya. “Jadi saya hanya melihat orang-orang mulai berlari.” Awalnya, Petty mengira penembakan tersebut terjadi hanya sekali.
“Sungguh mengejutkan. Rasanya seperti 10 menit hanya terdengar suara tembakan beruntun,” kata Camilo Diaz, seorang mahasiswa berusia 25 tahun dari Chili, kepada AFP di lokasi kejadian.“Sepertinya itu senjata yang sangat besar,” kata Diaz.
Diaz mengungkapkan, semua orang berdiri saat mendengar tembakan. Mereka berlari ke pintu keluar belakang. Kepanikan juga membuat mereka saling dorong.




