REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ahmed al Ahmed, seorang warga Australia yang merebut senjata dari tangan pelaku penembakan di Pantai Bondi, Sydney, pada Ahad lalu, mendapat pujian dari berbagai tokoh di dunia sebagai pahlawan.
Rekaman viral dari upaya perebutan tersebut menunjukkan Muslim kelahiran Suriah berusia 43 tahun ini berjongkok di belakang mobil sebelum berlari ke arah pelaku penembakan. Ahmed bahkan sempat bergulat dengan tangan kosong melawan tersangka saat tembakan terdengar dengan sirene yang meraung.
Setelah perkelahian singkat, Ahmed berhasil merebut senjata dari pelaku. Dia mengarahkan senjata itu kepadanya dan memaksa tersangka untuk mundur. Ahmed kemudian ditembak beberapa kali oleh pelaku kedua dan mengalami cedera. Dia pun menjalani pemulihan setelah operasi di rumah sakit Sydney, Reuters melaporkan pada Senin.
Lihat postingan ini di Instagram
Dalam sebuah wawancara, Ahmed mengatakan kepada wartawan dari tempat tidurnya di rumah sakit. “Demi Allah, saya telah melewati masa yang sangat sulit — hanya Allah yang mengetahuinya," kata dia sambil meminta ibunya untuk mendoakannya dan berharap hanya mengalami luka ringan. “Kalian ada di hatiku,” tambah dia.
Paman Ahmed mengatakan, keluarga mereka berasal dari desa Al-Nayrab di provinsi Idlib, barat laut Suriah. Pahlawan Australia-Suriah ini lahir pada tahun 1981 dan belajar di Universitas Aleppo, tempat ia memperoleh gelar sarjana, sebelum melakukan perjalanan ke Australia pada tahun 2007 dan menetap di Sydney, dilansir dari Anadolu.
Awalnya ia bekerja di bidang konstruksi sebelum membuka supermarket sayuran. Pamannya mengatakan keluarga mereka menerima telepon dari banyak orang saat berita tentang keponakannya yang berhasil mengalahkan salah satu penembak viral.




