REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH -- Mengetahui kehendak Rasulullah SAW sangatlah penting. Menurut Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal, begitulah setiap perilaku sahabat yang selalu menaati Rasulullah SAW.
Dikisahkan, Abdullah bin Amr bin Ash R.huma menceritakan, "Pada suatu hari dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah SAW, aku duduk di majelis beliau. Pada saat itu aku memakai kain selimut yang warnanya kuning kemerah-merahan. Ketika Rasulullah SAW melihat kain itu, beliau berkata, "Kain apa ini?" Aku merasa dengan pertanyaan itu beliau tidak menyukai kain tersebut. Akhirnya ketika aku pulang dan kulihat api di dapur, maka kain itu aku campakkan ke dalam api. Pada hari berikutnya, aku hadir lagi di Majelis Nabi SAW. Beliau bertanya kepadaku, "Mana kain itu?" Aku pun menceritakan apa yang aku lakukan terhadap pakaian itu. Beliau bsrsabda "Mengapa tidak engkau berikan kepada kaum wanita. Wanita boleh memakai pakaian seperti itu." (Abu Dawud).
Maulana Zakariyya menjelaskan, walaupun pembakaran kain tadi tidak harus dilakukan, karena hati tidak dapat menanggung kemarahan dan ketidaksukaan Rasulullah terhsdap warna kain itu, maka yang terpikir olehnya adalah bahwa tidak ada cara lain selain membakarnya. Berbeda dengan kita, maka berapa banyak kemungkinan yang akan diupayakan.
Yakni, seberapa jauh kemarahan beliau, dan kita dapat berdialog terlebih dahulu mengenainya atau apakah kita diizinkan memakainya dalam bentuk lain. Atau mungkin kita berpikir bahwa Rasulullah SAW hanya bertanya, bukan melarang, dan berbagai alasan lainnya.




