REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Enam majelis keagamaan dan organisasi keagamaan di DKI Jakarta menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait dinamika sosial politik yang berkembang di ibu kota belakangan ini. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.
Pernyataan sikap ini ditandatangani Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Nahdlatul Ulama (PWNU DKI Jakarta), Muhammadiyah (PWM DKI Jakarta), Keuskupan Agung Jakarta, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Jakarta, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jakarta, Walubi, serta Matakin.
Dalam poin pertama, mereka menyampaikan belasungkawa atas wafatnya seorang driver ojek online (Ojol), Affan Kurniawan yang wafat usai tertabrak kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8/2025) kemarin.
“Semoga jiwa Sdr. Affan diampuni dosa dosanya dan diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa serta keluarganya tabah serta ikhlas,” tulis pernyataan bersama itu dikutip pada Ahad (31/8/2025).
Selain itu, para pimpinan majelis agama menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak tak bertanggung jawab. Mereka menekankan pentingnya menjauhi segala bentuk kekerasan dan ujaran kebencian yang bisa memecah belah bangsa.
"Sebagai umat beragama hendaknya tetap memegang teguh nilai-nilai keagamaan dan kasih dalam menyampaikan aspirasi maupun pendapat di muka umum/ruang publik baik secara langsung maupun secara dalam jaringan. Segala bentuk penyampaian pendapat atau penyaluran kekecewaan yang dilakukan secara anarkis hanya mencederai ajaran agama dan semangat persaudaraan yang rukun dan damai," tulis mereka.
