Sabtu 30 Aug 2025 06:19 WIB

Hilang Nyawa Driver Ojol, GP Parmusi Serukan Dialog Damai dan Pengadilan yang Adil

Presiden Prabowo mengunjungi keluarga Affan Kurniawan.

Rep: Fuji E Permana, Muhammad Noor Alfian Choir / Red: Nashih Nashrullah
Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Affan Kurniawan di Menteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Foto: ANTARA FOTO/HO/Setpres-Cahyo
Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Affan Kurniawan di Menteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-  Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Kifah Gibraltar Bey menyayangkan sekali adanya korban jiwa yang jatuh yakni driver ojek online Affan Kurniawan (21 tahun).

Untuk itu GP Parmusi meminta pelaku yang mengakibatkan Affan wafat diadili dengan pengadilan yang berpihak kepada rakyat.

Baca Juga

"Kami mendoakan korban dan keluarganya agar ditabahkan, dan kami juga mendoakan teman-teman yang turun ke jalan untuk keselamatannya," kata Kifah kepada Republika.co.id usai acara Seminar Kebangsaan bertema Merawat Indonesia Dari Pinggiran: Internalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pemuda Islam dalam Berbangsa, Bernegara dan Bermasyarakat di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Kifah juga menegaskan bahwa GP Parmusi minta oknum aparat yang mengakibatkan driver ojek online wafat diadili dengan seadil-adilnya dan sesuai ketentuan hukum yang ada.

"Artinya (aparat yang mengakibatkan wafatnya driver ojek online memang harus diadili secara adil dan memihak kepada rakyat," ujarnya.

Kifah menyampaikan bahwa GP Parmusi juga menghormati teman-teman yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. GP Parmusi sangat-sangat menghormati.

"Namun karena darah sudah tumpah, nyawa sudah hilang, saya rasa satu nyawa sangat lebih dari cukup, satu nyawa sangat lebih dari cukup," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Kifah menambahkan, ada baiknya untuk mulai berdialog kembali, berdialog dengan damai, dan dengan advokasi-advokasi yang bisa dilakukan. Perlu adanya pertemuan meja bundar antara aparat dan masyarakat.

Menurutnya, kalau semua dibicarakan dengan kepala dingin, mungkin bisa lebih saling mendengarkan. Untuk itu diperlukan meja bundar antara aparat dan masyarakat.

"Ibaratnya kalau tensi itu rendah jadi lebih enaklah untuk saling mendengar, kira-kira begitu," kata Kifah.

Kifah menambahkan, Presiden Prabowo Subianto sudah mengeluarkan pernyataan bahwa akan mengadili secara adil dengan ketentuan hukum-hukum yang ada.

Ada pesan-pesan nggak kepada aparat yang mengamankan demo? Kalau pesan-pesan, tadi ya pesan itu ya, sesuai kan Pak Prabowo juga sudah statement. Bahwasannya berjanji akan mengadili secara adil dan ketentuan yang ada dan hukum-hukum yang ada.

Untuk itu GP Parmusi meminta aparat berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Jika ada oknum aparat maka harus diadili.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement