Jumat 04 Apr 2025 12:07 WIB

Amnesty International: Mundur dari ICC, Hungaria Khianati Korban Kejahatan Perang

Hungaria secara efektif memberikan persetujuan terhadap genosida Israel.

Dua aktivis menggelar teatrikal penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat aksi bela Palestina di Kota Tangerang, Banten, Jumat (6/12/2024). Aliansi Gerakan Solidaritas Masyarakat Tangerang bersama Jurnalis Peduli Palestina dalam aksi tersebut menuntut agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ditangkap dan diadili oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Dua aktivis menggelar teatrikal penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat aksi bela Palestina di Kota Tangerang, Banten, Jumat (6/12/2024). Aliansi Gerakan Solidaritas Masyarakat Tangerang bersama Jurnalis Peduli Palestina dalam aksi tersebut menuntut agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ditangkap dan diadili oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Amnesty International pada Kamis (3/4/2025) mengecam keras keputusan Hungaria menarik diri dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dengan menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap semua korban kejahatan perang.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard mengatakan para pemimpin negara-negara anggota ICC tidak boleh melemahkan pengadilan itu dengan menerima kunjungan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu atau buronan penjahat perang lainnya.

Baca Juga

Kepala Staf Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Gergely Gulas mengatakan proses penarikan diri dari pengadilan yang berpusat di Den Haag tersebut akan dimulai Kamis. Keputusan itu diambil tak lama setelah Netanyahu tiba di Budapest untuk kunjungan empat hari.

"Dengan menyambut Netanyahu, Hungaria secara efektif memberikan persetujuan terhadap genosida Israel, yaitu penghancuran fisik rakyat Palestina secara keseluruhan atau sebagian di Gaza," kata Callamard dalam pernyataan itu.

Dia menambahkan keputusan Hungaria adalah upaya kurang ajar dan sia-sia untuk menghindar proses pengadilan internasional dan menghalangi kerja ICC. Callamard menggambarkan penyambutan Netanyahu oleh Orban sebagai upaya melindungi buronan ICC.

photo
Era Netanyahu bunuh warga Palestina - (Republika)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement