REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah suasana Ramadhan, sebagian warga Jakarta dan sekitarnya mengalami duka. Sebab, rumah-rumah mereka diterjang banjir dengan ketinggian beragam, mulai dari beberapa puluh sentimeter hingga ada yang menenggelamkan nyaris seluruh bangunan tempat tinggal.
Sejak Selasa (4/3/2025), tim Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) sudah menyebar di berbagai titik banjir di Jabodetabek. Tidak hanya membantu evakuasi warga yang terjebak, bantuan dari LazisMu juga menyasar masyarakat di titik-titik pengungsian.
Di antaranya, dua titik pengungsian yang berlokasi di Kelurahan Rawajati dan Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Saat banjir melanda, kedua titik itu menampung ratusan orang pengungsi, terutama yang terdampak luapan air Sungai Ciliwung.
Demi meringankan beban mereka, tim LazisMu menggelar program Tebar Takjil pada Selasa (4/3/2025). Rizky Saragih selaku perwakilan LazisMu menjelaskan, timnya membawa sebanyak 400 paket iftar, yang termasuk di dalamnya sajian makanan berat. Semua itu dibagi-bagikan secara gratis kepada para penyintas banjir saat waktu berbuka puasa.
“Kami membawa amanah donatur untuk berbagi kebahagiaan bersama penyintas banjir di Jabodetabek, khususnya di bulan suci Ramadhan semata. Ini meluaskan kebermanfaatan bagi masyarakat untuk berbuka puasa," ujar Rizky Saragih, dikutip dari pernyataan pers yang diterima baru-baru ini.
Diketahui, masyarakat yang terdampak banjir di Jabodetabek sejak awal pekan ini mencapai 300 kepala keluarga (KK). Hingga saat ini, aktivitas mereka belum pulih seutuhnya. Sebab, sebagian masih harus membersihkan lumpur dan genangan sisa-sisa banjir yang melanda kediaman mereka.
Bukan hanya curah hujan tinggi, faktor banjir di Jabodetabek juga berkaitan dengan alih fungsi lahan di hulu.
View this post on Instagram
Rizky mengatakan, LazisMu terus konsisten membantu para korban bencana di Indonesia. Teranyar, pihaknya hadir di pengungsian kebakaran yang terjadi Kemayoran baru-baru ini. Lembaga amil milik Persyarikatan Muhammadiyah ini juga membantu para korban erupsi Gunung Lewutobi dan berbagai bencana lainnya.