Rabu 17 Jul 2024 17:50 WIB

Tradisi Asyura di Sejumlah Negeri

Ada beragam tradisi dalam menyambut 10 Muharram atau Hari Asyura.

Muslim Syiah Kashmir berpartisipasi dalam prosesi pada hari kesembilan bulan Islam Muharram di pedalaman danau Dal, Srinagar, ibukota musim panas Kashmir, India.
Foto: EPA-EFE/FAROOQ KHAN
Muslim Syiah Kashmir berpartisipasi dalam prosesi pada hari kesembilan bulan Islam Muharram di pedalaman danau Dal, Srinagar, ibukota musim panas Kashmir, India.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak cara dan tradisi yang dilakukan dalam menyambut tahun baru Islam pada 1 Muharam hingga pada hari ke-10. Berikut sejumlah bentuk peringatan Asyura atau merayakan 10 Muharram tahun Hijriyah di banyak negara.

Pertama-tama, Iran. Sebagai negara yang mayorits penduduknya adalah pengikut Syiah, peringatan Asyura di sana menjadi ritual mutlak. Menurut John L Esposito dalam buku Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, tanggal 10 Muharram diperingati untuk mengenang Tragedi Karbala. Itu dilakukan antara lain dengan prosesi dan pertunjukan lakon tanpa gerak atau dialog tentang insiden tersebut.

Baca Juga

Para peserta prosesi terbagi ke dalam beberapa kelompok. Di antaranya adalah sinahzan (orang-orang yang memukuli dada mereka dengan telapak tangan), zanjirzan (memukuli punggung dengan rantai), dan syamsirzan (melukai dahi dengan pedang atau pisau). Sebagian juga menyiksa diri sendiri dengan batu. Yang lain membawa alam yang melambangkan panji-panji Husain bin Ali di Padang Karbala.

Dalam beberapa prosesi, nakhl (pohon kurma) dibawa. Sebab, menurut tradisi setempat, jenazah Husain yang tidak berkepala dibawa dengan usungan yang terbuat dari cabang-cabang pohon kurma. Prosesi tersebut diiringi barisan musik duka cita. Ini dianggap sebagai puncak peringatan Hari Asyura secara keseluruhan.

Ada pula sesi pembacaan dan pelantunan kisah Husain bin Ali, beserta keluarga dan para pengikutnya di pertempuran Karbala yang berdarah. Seorang pendongeng Syiah duduk di hadapan hadirin. Ia berada di mimbar dalam kemah hitam yang disebut Husainiyah atau takiyah. Kemudian, ta'ziyah, yakni semacam lakon drama yang menggambarkan kesyahidan Husain di Hari Asyura.

Penerapan tradisi yang sama pun dapat dijumpai di Irak, khususnya bagian selatan negara tersebut. Banyak penduduk setempat, yakni dari golongan Syiah, memperingati Hari Asyura sebagai momen mengenang kembali syahidnya Husain bin Ali di Padang Karbala.

Di India dan Pakistan

Ritual Asyura di kedua negara ini mengikuti pola Iran dengan beberapa pengurangan dan penambahan. Ta'ziyah sebagai bentuk teatrikal dramatis tak dikenal di kedua negara ini. Pembacaan dongeng-dongeng Syiah tidak ada. Namun, yang cukup menarik adalah, orang-orang Sunni dan bahkan sebagian umat Hindu pun ikut aktif dalam banyak perayaan 10 Muharram.

Ciri paling khas dari peringatan Asyura di anak Benua India-Pakistan adalah penafsiran artistik raksasa tentang mausoleum Husein yang dibawa dalam prosesi Asyura. Pada akhir Asyura, struktur-struktur ini, yang disebut ta'ziyah, dikuburkan di pemakaman lokal yang disebut Karbala atau dibenamkan di air.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement