Selasa 11 Jun 2024 15:57 WIB

Kisah Sahabat Nabi yang Gemar Bercanda

Sahabat Nabi ini bercanda dengan cara menjual teman sendiri.

Sahabat Nabi (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Sahabat Nabi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nu’aiman bin Amr merupakan seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang unik. Sebab, di antara kaum Muslimin pada zamannya, ia memiliki sifat yang lebih periang dan gemar bercanda.

Beberapa kali, Rasulullah SAW terhibur akan perangai sahabat yang kreatif nan jenaka

Baca Juga

ini. Bahkan, beliau juga pernah menjadi “korban” candaan Nu'aiman.

Nabi SAW saja "kena", apalagi para sahabat, yakni rekan-rekan Nu'aiman? Ambil contoh kisah berikut ini.

Pada suatu ketika, salah satu Ashabul Badr ini turut serta dalam kafilah dagang yang dipimpin Abu Bakar ash-Shiddiq. Rombongan bergerak dari Madinah menuju Negeri Syam.

Akhirnya, mereka hampir tiba di titik tujuan. Siang itu, Abu Bakar memutuskan untuk mengistirahatkan timnya di dekat sebuah oasis.

Ayahanda ummul mu`minin 'Aisyah itu lantas mengabarkan kepada Suwaibith bin Harmalah. Sebab, ia hendak pergi sebentar ke pasar terdekat.

Oleh Abu Bakar, Suwaibith diminta agar menjaga kereta yang berisi penuh makanan. Permintaan itu pun disanggupi.

Selang beberapa lama, Suwaibith melihat seorang anggota rombongan mendekatinya. Dia adalah Nu’aiman bin Amr. Lelaki dari kalangan Anshar itu tampak amat letih dan lemas.

“Wahai Suwaibith, apa yang engkau lakukan di depan kereta perbekalan kita ini? Ke mana Abu Bakar?” tanya Nu’aiman sambil menyeka keringatnya.

“Beliau pergi sebentar ke pasar dekat dari sini. Aku ditugaskan untuk menjaga kereta ini,” jawab Suwaibith.

“Kalau begitu, berikanlah kepadaku sepotong roti dari perbekalan kita. Sungguh, aku sangat lapar,” pinta Nu’aiman.

“Tidak boleh! Aku harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Abu Bakar, sebab dialah pemimpin rombongan kita,” tegas Ibnu Harmalah.

Berkali-kali Nu’aiman meminta, tetapi permintaannya itu selalu ditolak. “Sungguh, engkau akan kuberikan pelajaran,” katanya.

“Aku tidak takut!” ucap Suwaibith kepada Nu’aiman yang kemudian pergi menjauhinya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement