Jumat 17 May 2024 08:38 WIB

Percikan Api Mesin Pesawat Garuda, Sekum Muhammadiyah: Harus Jadi Pelajaran untuk Maskapai

Calhaj kloter 05 Embarkasi Makassar yang sempat batal terbang sudah tiba di Madinah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Gita Amanda
 Jamaah haji asal kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar (UPG-05) langsung sujud syukur saat tiba di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMMA) di Madinah, Arab Saudi, Kamis (16/5/2024) pukul 04.02 Waktu Arab Saudi (WAS). Sujud syukur dilakukan sebagai terima kasih karena pesawat yang membawa mereka sempat terbakar saat berangkat dari Indonesia menuju Madinah.
Foto: Dok MCH
Jamaah haji asal kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar (UPG-05) langsung sujud syukur saat tiba di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMMA) di Madinah, Arab Saudi, Kamis (16/5/2024) pukul 04.02 Waktu Arab Saudi (WAS). Sujud syukur dilakukan sebagai terima kasih karena pesawat yang membawa mereka sempat terbakar saat berangkat dari Indonesia menuju Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pewasat Garuda Indonesia sempat mengalami sedikit kendala dalam memberangkatkan 450 calon jamaah haji Indonesia (Calhaj) kloter 5 Embarkasi Makassar ke Tanah Suci pada Rabu (15/5/2024) kemarin. Percikan api muncul dari mesin pesawat GA-1105 itu sehingga keberangkatan calhaj tertunda. 

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Prof Abdul Mu'ti berharap, ke depannya penerbangan seluruh pesawat yang mengangkut calhaj Indonesia bisa berjalan dengan lancar. "Semoga pemberangkatan berikutnya berjalan lancar dan tidak ada masalah yang berarti," ujar Prof Mu'ti kepada Republika, Jumat (17/5/2024). 

Baca Juga

Menurut dia, insiden tersebut harus pelajaran bagi maskapai Garuda untuk lebih teliti lagi dalam mempersiapkannya. "Kasus penundaan penerbangan karena diduga ada kerusakan mesin pesawat merupakan pelajaran agar pihak Garuda lebih mempersiapkan penerbangan jamaah haji dengan lebih lagi," ucap dia. 

Dia mengapresiasi pilot pesawat Garuda yang sigap memutuskan kembali ke landasan, sehingga tidak ada kejadian yang berarti. Dia juga mengapresiasi petugas haji di Tanah Air dan di Arab Saudi yang merespons insiden ini dengan baik. 

"Kami mengapresiasi pilot GA yang cermat dan sigap sehingga tidak terjadi insiden. Apresiasi juga disampaikan kepada petugas haji di embarkasi  Hasanuddin dan Daker Madinah," kata guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. 

Kini, calon jamaah haji kloter 05 Embarkasi Makassar yang sempat batal terbang tersebut sudah tiba di Bandara Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada Kamis (16/5/2024), pukul 04.02 Waktu Arab Saudi (WAS).

Pesawat yang membawa jamaah UPG-05 awalnya terbang pada sekitar pukul 15.30 WITA. Namun, pesawat ini mendarat kembali di Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 17.15 WITA karena kerusakan mesin. Sebelum mendarat, pesawat harus berputar untuk mengurangi bahan bakar.

Calon jamaah lalu kembali ke asrama haji Embarkasi Sudiang dan baru diberangkatkan kembali pada 22.05 WITA dengan pesawat Garuda Indonesia yang semestinya memberangkatkan kloter 6 Embarkasi Makassar (UPG-06).

Mendarat di Madinah, sejumlah calon jamaah tampak mengungkapkan kebahagiaannya dengan melakukan sujud syukur setibanya di Gate Hajj kedatangan Bandara AMAA Madinah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement