Jumat 19 Apr 2024 20:00 WIB

Kemenag Sulut Galang Dana Ringankan Beban Korban Gunung Ruang

Korban Gunung Ruang membutuhkan bantuan.

Gunung Ruang terlihat saat letusan dari pulau Tagulandang, Indonesia, Kamis, (18/4/2024).
Foto: AP
Gunung Ruang terlihat saat letusan dari pulau Tagulandang, Indonesia, Kamis, (18/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara menggalang dana guna meringankan beban korban Gunung Ruang, di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

"Informasi dari Tagulandang, sudah beberapa rumah saudara kita yang hancur akibat percikan batu panas," kata Kakanwil Kemenag Sulut H Sarbin Sehe, di Manado, Jumat.

Baca Juga

Sarbin mengatakan untuk itu bagian kepegawaian kiranya dapat mengarahkan pelaksanaan tugas ASN Kemenag Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk mengefektifkan tugas dan tanggung jawabnya di rumah masing-masing, dengan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Terus lakukan ikhtiar maksimal dalam menjaga keselamatan dan kesehatan," kata Kakanwil.

Kakanwil mengatakan yang terpenting saat ini bagaimana bentuk kepedulian pada saudara yang tertimpa musibah.

Jajaran ASN Kemenag akan segera menggalang solidaritas dalam bentuk penggalangan dana.

Hal ini akan segera digerakkan di seluruh satuan kerja Kemenag Sulut termasuk madrasah.

"Kalau di kantor Kemenag atau KUA minimal Rp 5.000/hari setiap ASN," katanya.

Untuk madrasah dianjurkan kepada setiap siswa-siswi bisa berdonasi minimal Rp 1.000/hari.

"Metode sederhana ini akan maksimal apabila ada dukungan dan kesadaran dari semua pihak," ucap Kakanwil.

Dampak abu vulkanik Gunung Ruang telah sampai di beberapa kabupaten kota lainnya di Sulut.

Suasana Kota Manado saat ini masih berdebu akibat abu vulkanik dari meletusnya Gunung berapi Ruang di Tagulandang.

"Saya minta kepada seluruh ASN Kanwil Kemenag Sulut agar menyesuaikan pekerjaannya dengan kondisi dan keadaan saat ini, apalagi yang sudah mendapat tugas untuk turun ke kabupaten/kota," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement