Senin 15 Apr 2024 22:59 WIB

Dukung Serangan Iran ke Israel, FPI: Meski Syiah tak Hambat Perjuangan Bela Palestina

FPI menyatakan dukungan terbuka untuk Iran

Rep: Bambang Naroyono/ Red: Nashih Nashrullah
Ledakan terlihat di langit Yerusalem, menyusul serangan dari Iran, Ahad (14/4/2024). Iran melancarkan serangan militer langsung pertamanya terhadap Israel pada hari Sabtu. Militer Israel mengatakan Iran menembakkan lebih dari 100 drone pembawa bom ke arah Israel. Beberapa jam kemudian, Iran mengumumkan bahwa mereka juga telah meluncurkan rudal balistik yang jauh lebih merusak.
Foto: Mohammad Hamad/Anadolu
Ledakan terlihat di langit Yerusalem, menyusul serangan dari Iran, Ahad (14/4/2024). Iran melancarkan serangan militer langsung pertamanya terhadap Israel pada hari Sabtu. Militer Israel mengatakan Iran menembakkan lebih dari 100 drone pembawa bom ke arah Israel. Beberapa jam kemudian, Iran mengumumkan bahwa mereka juga telah meluncurkan rudal balistik yang jauh lebih merusak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Front Persuadaraan Islam (FPI) menyerukan umat Islam di Indonesia bersatu dan mendukung semua pihak yang turut ambil bagian dalam membela rakyat Palestina dari serangan Zionis Israel.

Dalam surat terbuka yang diterima Republika.co.id, Senin (15/4/2024) malam, DPP FPI menyatakan dukungannya atas sikap Iran, dan Yaman, dalam pengerahan militernya untuk membantu perjuangan rakyat Palestina dari genosida Zionis Israel. 

Baca Juga

 

Pernyataan resmi FPI tersebut disampaikan menyusul langkah Iran, yang melakukan serangan udara ke wilayah Zionis Israel baru-baru ini. Menurut FPI, meskipun Iran, pun juga Yaman selama ini diketahui sebagai kalangan Syiah yang dinilai bertentangan dengan Islam yang mayoritas Sunni.

Namun perbedaan pandangan keagamaan tersebut, tak menghambat tujuan bersama untuk membantu perjuangan rakyat Palestina dari penjajahan Zionis Israel. 

 

Berikut pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat FPI yang disampaikan terbuka pada Senin (15/4/2024), atau 6 Syawal 1445 H melalui Juru Bicara DPP FPI Aziz Yanuar. 

 

Sehubungan dengan serangan balasan yang dilakukan Iran atas Zionis Israel yang disebabkan pengeboman kantor kedutaan Iran pada wilayah negara Suriah sehingga menyebabkan tewasnya beberapa petinggi militer dan pegawai diplomatik Iran, kami Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam menyatakan:

 

1. Mengutuk dan melaknat serta mengecam keras tindakan Zionis Israel beserta semua negara yang telah membantunya yang secara nyata melakukan genosida dan kejahatan perang, serta pelanggaran berat hukum internasional, baik kepada rakyat Palestina maupun negara-negara Muslim sekitar

 

2. Serangan-serangan Zionis Israel dengan sokongan sekutunya, terutama Amerika Serikat, menunjukkan watak asli imperialisme dan kolonialisme barat yang demi kepentingan penjajahan mereka, telah nyata berulang kali melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia maupun instrumen hukum Internasional lainnya

3. Mendukung penuh perlawanan sah rakyat Palestina, Yaman dan Iran atas penjajahan Zionis Israel dan sekutunya, serta menyerukan agar negara-negara Islam, terutama Indonesia, untuk bergabung melakukan perlawanan terhadap Zionis Israel dan sekutunya demi kemerdekaan bumi suci Al Quds dari cengkraman kotor Zionis Israel dan sekutunya

 

4. Menuntut pemerintah Indonesia konsisten dengan amanat Konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, menjadikan penjajahan sebagai musuh dan ancaman nyata bagi kepentingan nasional Republik Indonesia.

 

5. Menyerukan kepada seluruh umat Islam bersatu padu dan mengesampingkan perbedaan suku, bahasa, madzhab dan lain sebagainya, untuk berjihad membela kemerdekaan rakyat Palestina serta kesucian Masjid Al Aqsho dari tangan kotor penjajah Zionis Israel. 

 

Demikian pernyataan ini dibuat, Semoga Allah SWT menangkan perjuangan Umat Islam dalam memerdekakan Masjid Al Aqsa dan Rakyat Palestina. 

 

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum DPP FPI HB Muhammad Al-Attas, Sekretaris Umum Ali Abu Bakar Al-Attas, dan Penasehat Pusat KH Ahmad Qurthubi 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement