Senin 15 Apr 2024 19:08 WIB

Iran Negara Islam dengan Kemajuan Sains Dikagumi Sekaligus Ditakuti Barat, Ini Rahasianya

Iran telah menorehkan kemajuan di bidang sains dan teknologi.

Pandangan umum ibu kota Teheran, Iran. Iran telah menorehkan kemajuan di bidang sains dan teknologi
Foto: EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH
Pandangan umum ibu kota Teheran, Iran. Iran telah menorehkan kemajuan di bidang sains dan teknologi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mata dunia memang belakangan ini tak bisa lepas dari Iran. Iran memang telah memicu kontroversi, mulai dari pengembangan reactor nuklir, tudingan terorisme, hingga penyebaran pengaruh Syiah di kawasan Timur Tengah. 

Terlepas dari kontroversi tersebut, sejatinya nuklir menjadi salah satu bukti kemajuan sains dan teknologi yang dicapai bangsa Iran. Tekad dan kemauan keras dari segenap rakyat dan pemimpin negara itu mendorong terwujudnya pencapaian penting di berbagai bidang kehidupan.

Baca Juga

Para insinyur dan ilmuwan Iran telah mampu membuat sejumlah perangkat canggih yang tak kalah bagusnya dibandingkan dengan produk Barat. Terobosan luar biasa terutama dalam penguasaan teknologi antariksa berkat keberhasilan meluncurkan satelit ke orbit. Begitu pula pada industri militer melalui kemandirian memproduksi persenjataan tempur.

Hal serupa terjadi di dunia kedokteran, industri perminyakan, pertanian, kimia, teknologi mesin, dan banyak lagi. Bisa dikatakan, negara berpenduduk sekitar 68 juta jiwa tersebut saat ini berada di urutan terdepan negara dengan kemajuan sains dan teknologi paling pesat yang berkembang di Timur Tengah.

Negara yang mayoritas penduduknya penganut Muslim Syiah ini semakin menegaskan posisinya setelah meresmikan sebuah pusat sains dan teknologi yang terletak di kota Isfahan, bulan Juni lalu. Nama resminya adalah The Regional Centre for Science Parks and Technology Incubators Development.

Fasilitas ini diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan sains dan teknologi di kawasan. Pengoperasiannya bekerja sama dengan negara-negara yang tergabung dalam Economic Cooperation Organization (ECO), yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyz, Pakistan, Tajikistan, Turki, Turkmenistan, Uzbekistan, dan UNESCO.

Kerja sama meliputi pengkajian, penelitian, transfer pengetahuan, pengembangan, dan sebagainya. Menurut keterangan Ali Karami, ilmuwan dari Baqiyatallah University of Medical Science, Iran, dalam beberapa tahun belakangan ini, negara Iran memang mengalami lompatan besar dalam penguasaan sains dan teknologi.

Dengan keberadaan pusat sains di Isfahan, Ali, yang merangkap sebagai editor pada Jurnal Medis dan Bioteknologi Iran ini, optimistis rakyat Iran mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara Islam lainnya demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Dikagumi Barat

Prestasi besar yang diraih Iran mengundang kekaguman dari banyak kalangan, termasuk para saintis Barat. Seperti dikemukakan Eric Archambault, pendiri lembaga pengkajian teknologi, Science Matrix, yang berbasis di Kanada, kemajuan teknologi Iran tak hanya paling pesat di kawasan, tetapi juga di dunia.

Sanksi ekonomi selama bertahun-tahun terbukti tidak memengaruhi laju perkembangan yang terjadi. Komunitas sains di sana tetap produktif menelurkan karya. “Output dari inovasi teknologi mereka bahkan tercatat sebelas kali lebih besar dari rata-rata pertumbuhan dunia,” katanya, dikutip dari laman SciDev.net.

Ketegangan...

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement