Senin 15 Apr 2024 12:33 WIB

Waketum MUI: Serangan Iran Ingatkan Israel Agar tidak Berlaku Sombong

Ia mengatakan sudah saatnya dunia memberi pelajaran kepada Israel.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas merespons serangan balasan Iran ke Israel baru-baru ini. Menurut dia, serangan Iran tersebut juga untuk mengingatkan Israel agar tidak sombong dan menjunjung tinggi kemanusiaan.

Ketua PP Muhammadiyah ini mengatakan sudah saatnya dunia memberi pelajaran kepada Israel agar negara zionis tersebut berhenti melakukan praktik penjajahan dan penindasan terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga

Menurut dia, serangan yang dilancarkan Iran ke wilayah Israel pada Sabtu (13/4/2024) kemarin itu merupakan serangan balasan terhadap serangan Israel pada 1 april 2024 yang telah menewaskan 16 orang termasuk dua jenderal iran.

"Oleh karena itu serangan Iran ke daerah Israel tersebut lebih kental muatannya untuk mengingatkan agar Israel tidak lagi berlaku angkuh dan sombong serta mau mengerti dan paham tentang arti pentingnya kita menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan," ujar Buya Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (15/4/2024).

Menurut dia, dunia seharusnya mendukung penuh tindakan Iran yang telah meluncurkan ratusan drone hingga roket ke daerah-daerah  yang dikuasai Israel tersebut sebagai balasan terhadap serangan militer Israel sebelumnya. "Malahan  negara-negara yang berdekatan dengan Palestina seperti Arab Saudi, Mesir, Suria, Jordania dan Lebanon semestinya juga melakukan hal yang serupa dengan yang telah diperbuat oleh Iran," ucap dia.

Menurut Buya Anwar, hal ini penting dilakukan  secara bersama-sama oleh negara-negara Timur Tengah tersebut agar Israel tidak lagi berlaku semena-mena serta mendesak negara penjajah tersebut untuk mau menghormati dan mengembalikan hak-hak dari rakyat Palestina yang sudah mereka rampas.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengutuk keras serangan drone dan rudal Iran ke Israel. Biden juga mengaku telah menginstruksikan pasukan militernya untuk membantu Israel mengatasi serangan tersebut.

Kendati demikian, Buya Anwar berharap negara-negara Timur Tengah yang mendukung perjuangan rakyat Palestina tidak takut sedikitpun dengan adanya AS di belakang israel. Karena, kata dia, di  belakang rakyat Palestina dan Iran juga ada negara-negara besar lain yang siap untuk membantu dan membela palestina dan Iran seperti Cina, Rusia, Turki, dan Korea Utara.

"Sikap keras dan tegas dunia terhadap Israel dan Amerika ini penting dilakukan karena kita sudah bosan melihat sikap dan tindakan kemunafikan yang diterapkan oleh Amerika selama ini dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada di dunia terutama menyangkut masalah Palestina," kata Buya Anwar.

Untuk itu, tambah dia, mungkin sudah waktunya bagi dunia untuk menendang Negara Paman Sam tersebut dari takhtanya sebagai satu-satunya polisi dunia. "Karena akibat dari sikap dan tindakan Israel dan Amerika inilah berbagai ketidakadilan dan kezhaliman telah terjadi di mana-mana dan kita tentu saja tidak mau hal itu berketerusan tapi harus bisa dihentikan secepatnya karena Israel dan Amerika dalam perspektif HAM dan perikeadilan sama saja buruk dan busuknya," jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement