Kamis 04 Apr 2024 07:41 WIB

UMJ dan Kedubes China Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Dhuafa

Sebanyak 125 anak yatim dan dhuafa menerima santunan.

UMJ dan Kedubes China kembali memberikan bantuan santunan anak yatim, piatu, dhuafa dan menggelar buka puasa bersama di Auditorium KH Azhar Basyir, Gedung Cendikia UMJ, Rabu (3/4/2024).
Foto: Universitas Muhammadiyah Jakarta
UMJ dan Kedubes China kembali memberikan bantuan santunan anak yatim, piatu, dhuafa dan menggelar buka puasa bersama di Auditorium KH Azhar Basyir, Gedung Cendikia UMJ, Rabu (3/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dikunjungi kedua kalinya oleh Kedutaan Besar China di Indonesia. Pada kunjungan ini, UMJ dan Kedubes China kembali memberikan bantuan santunan anak yatim, piatu, dhuafa dan menggelar buka puasa bersama di Auditorium KH Azhar Basyir, Gedung Cendikia UMJ, Rabu (3/4/2024).

Sebanyak 125 anak yatim dan dhuafa menerima santunan. Mereka berasal dari lingkungan sekitar kampus UMJ, Yayasan Assa’adah, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Depok.

Baca Juga

Kehadiran Chargé d'Affaires Ad Interim Kedubes China Zhou Kan beserta tim disambut hangat oleh Ketua Badan Pembina Harian UMJ Prof Abdul Mu’ti, MEd, didampingi Rektor UMJ Prof Dr Ma’mun Murod, MSi, dan Wakil Rektor IV Dr Septa Chandra, SH, MH.

Dalam sambutannya, Rektor UMJ Prof Ma'mun Murod menerima baik kedatangan dan kegiatan yang dinisiasi kedua kalinya oleh Kedubes China. Ia menjelaskan bahwa UMJ telah melakukan berbagai kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di China.

"Kita sudah memiliki hubungan yang baik, seperti kerja sama. Belum lama ini FT UMJ telah menerima bantuan dari Yangzhou Polythecnic Institute," ungkap Ma'mun seperti dalam siaran persnya.

Lebih lanjut, Mamun berharap kegitan ini menjadi agenda rutinan di bulan Ramadhan. Tidak hanya itu, ia juga ingin hubungan ini bisa dilanjutkan dengan kerja sama lainnya, salah satunya pembuatan pusat kebudayaan Islam Tionghoa di UMJ.

Kemudian, Ma'mun mendorong pemerintah China mengambil peran dalam membantu penyelesaian konflik di Palestina. "Bulan Ramadan mengajarkan kita tentang kemanusiaan. Harapan kami pemerintah Tiongkok dapat berperan lebih jauh dalam membantu konflik tersebut," harap Ma'mun.

Pernyataan tersebut disambut baik oleh Duta Besar China untuk Indonesia Zhou Kan. Ia menghargai Indonesia sebagai salah satu negara Islam terbesar.

Terkait penyelesaian konflik di Palestina, Zhou Kan menegaskan China mendukung pembebasaan Palestina dan turut berpartisipasi aktif dalam kerja sama degan negara-negara Timur Tengah.

"Kami bersedia kembali menjalin hubungan kerja sama dalam agama, kebudayaan, kesejahteraan, ekonomi, dan lain sebagainya," ucap Zhou Kan.

Dalam sesi lain, Kordinator Yayasan Yatim PDM Depok Zaenal Muttaqien mengungkapkan rasa terima kasih telah memperhatikan beberapa panti asuhan di sekitar lingkungan universitas. "Semoga UMJ dapat berkembang lagi, terlebih lagi dengan adanya kerja sama dengan Pemerintah Tiongkok. Tentu, berharap bisa memberikan manfaat yang lebih luas lagi," tutur Zaenal.

Acara yang berlangsung dengan penuh kehangatan ini diisi dengan beberapa penampilan mulai dari Nasyid Yayasan Assa'adah, Tari Saman dari UKM Tera Senja, dan Penampilan Angklung dari SD FIP Labschool UMJ.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement