Jumat 29 Mar 2024 19:29 WIB

Kemenag Luncurkan Alquran Terjemahan Bahasa Gayo

Balitbang Kemenag telah menerjemahkan Alquran ke dalam 34 bahasa daerah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Santri membaca Al Quran saat tadarus massal awal Ramadhan 1445 H di Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2024). Kegiatan yang rutin digelar saat bulan suci Ramadhan itu diikuti sekitar 1.400 santri.
Foto: AP Photo/Binsar Bakkara
Santri membaca Al Quran saat tadarus massal awal Ramadhan 1445 H di Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2024). Kegiatan yang rutin digelar saat bulan suci Ramadhan itu diikuti sekitar 1.400 santri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Diklat Kemenag RI dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon meluncurkan Alquran terjemahan bahasa Gayo di Jakarta, Kamis (28/3/2024).

Sekretaris Balitbang Diklat Kemenag, Arskal Salim mengapresiasi kerja keras tim penterjemah Alquran dari IAIN Takengon dan tim dari Puslitbang LKKMO. Ia menyoroti kompleksitas proses translasi dan validasi yang berhasil diselesaikan tanpa kendala.

Baca Juga

"Proses alih bahasa ini penting karena bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menyimpan dimensi spiritual yang dalam. Terjemahan bahasa Gayo ini tidak hanya akan memberikan berkah bagi masyarakat Gayo, tetapi juga menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat Aceh pada umumnya,” ujar Arskal dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (29/3/2024).

Dia mengatakan, dalam bahasa terkandung banyak aspek, bukan hanya komunikasi tetapi juga dimensi spiritual. Menurut dia, bahasa merefleksikan pikiran dan perasaan kita.

"Ketika bahasa ini diangkat menjadi terjemahan Bahasa Gayo, secara tidak langsung meningkatkan derajat Bahasa Gayo itu sendiri,” ucap dia.

Pj Bupati Bener Meriah, Haili Yoga menyambut baik peluncuran ini sebagai momen bersejarah, terutama karena bertepatan dengan 17 Ramadan 1445 H. Dia berharap terjemahan Alquran ini akan mendorong lebih banyak masyarakat untuk gemar membaca Alquran di wilayah Bener Meriah.

"Menurut saya, dengan hadirnya Alquran terjemahan bahasa Gayo, maka tidak ada alasan lagi bagi masyarakat Gayo untuk tidak menghayati dan mengamalkannya di dalam kehidupan sehari-hari," kata Haili.

Sementara itu, Rektor IAIN Takengon, Zulkarnain mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penterjemahan ini. Dia juga menegaskan penerjemahan Alquran tidak berhenti di sini, tetapi akan terus diperbaharui sesuai kebutuhan.

"Kami akan melibatkan tokoh adat, ahli bahasa, dan pihak lainnya untuk menyempurnakan terjemahan ini dalam edisi revisi mendatang," jelas dia.

Peluncuran Alquran terjemahan bahasa Gayo ini diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam memperkaya literatur keagamaan lokal serta memperkuat identitas dan keberagaman budaya di Indonesia, khususnya di wilayah Aceh. Dengan semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga riset, dan institusi pendidikan agama, diharapkan Alquran ini akan memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam di Indonesia.

Sampai saat ini, Balitbang Kemenag telah menerjemahkan Alquran ke dalam 34 bahasa daerah. Bagi yang membutuhkan file Alquran Terjemahan Bahasa Gayo, Anda dapat mengunduhnya melalui laman ini: https://balitbangdiklat.kemenag.go.id.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement